Hidayatullah.com–Investor asing yang menanamkan modalnya di negara Iraq, sepertinya tidak terpengaruh dengan pernyataan Presiden AS Barack Obama tentang penarikan seluruh pasukannya dari negara kaya minyak itu pada akhir tahun ini.
Pemilik modal asing, seperti Royal Dutch Shell, British Petroleum dan HSBC, yang telah menggelontorkan milyaran dolar ke Iraq menilai pengaruh penarikan pasukan itu tidak signifikan terhadap bisnis mereka dalam jangka panjang.
“Dampak apapun dalam investasi akan berlangsung singkat dan relatif sepi, dengan catatan situasi keamanan tidak memburuk secara drastis,” kata Al al-Saffar dari Unit Intelijen Ekonomi Iraq.
Menurut al-Saffar para pengusaha yang berjiwa petualang itu paham benar tentang resiko berinvestasi di Iraq.
Kebanyakan perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Iraq menyewa jasa keamanan swasta untuk melindungi mereka sendiri. Oleh karenanya kepergian pasukan Amerika Serikat dari Iraq tidak akan menimbulkan keresahan berlebihan.
“Selama kurun waktu yang cukup lama, para investor di Iraq telah beroperasi tanpa banyak menerima bantuan dari militer Amerika Serikat, jadi mereka mungkin tidak terlalu merasakan perbedaan yang mencolok terkait penarikan tersebut,” kata John Drake, konsultan senior manajemen resiko AKE Group, seperti dikutip Reuters (23/10/2011).*