Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengemis Mungil di Makkah Raup 80.000 Riyal

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 12 November 2011 05:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang Arab Saudi menangkap seorang wanita tua, yang mungkin adalah pengemis termungil yang berhasil menyusup masuk ke negara itu, lansir Arab News (11/11/2011).

Wanita tua berusia 60 tahun bernama Fatimah, diyakini menyelundupkan dirinya masuk ke Arab Saudi sedikitnya 10 kali, lewat perbatasan di sebelah selatan.

Sejak bulan Ramadhan lalu sampai akhirnya ditangkap, perempuan mungil itu berhasil mengirimkan uang ke kampung halamannya sebanyak lebih dari 80.000 riyal.

Fatimah memilih pusat kota Makkah sebagai lokasi terbaik untuk mengemis. Dia mengatakan, daerah tersebut selalu hidup dan penuh dengan orang, serta merupakan tempat yang menarik terutama di akhir pekan.

Fatimah sendiri menarik perhatian banyak orang, karena tinggi tubuhnya hanya sekitar 50 cm.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian pengunjung kota ingin berfoto dengannya. Pada saat yang sama, kondisi fisiknya yang tidak normal mendorong banyak orang memberikan uang padanya.

Koran lokal Eqtisadiah mewawancarai Fatimah di pusat deportasi. Wanita itu mengatakan, setiap tahun ia datang ke Jeddah dengan cara menyelundupkan dirinya. Ia sangat senang dengan negara Arab Saudi, sebab orang-orang di sana memberikan banyak uang kepada pengemis. Meskipun ia pernah dideportasi lebih dari 10 kali, tapi dirinya selalu berhasil menyelundupkan diri masuk ke Saudi lagi setiap tahun.

Kepala departemen anti pengemis di Makkah, Saad Al Shahrani, mengatakan bahwa Fatimah ditangkap belum lama ini saat sedang berpindah tempat. Wanita itu menarik simpati banyak orang, karena kondisi fisiknya.

Al Shahrani menjelaskan, Fatimah menyewa seorang pemuda berusia 18 tahun untuk mengawasi petugas, melindunginya dan mengantarnya dari satu tempat ke tempat lain. Pemuda itu mendapat 1.000 riyal dari Fatimah, sebagai gaji untuk satu bulan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Fatimah bisa mendapatkan uang sekitar 5.000 riyal setiap minggu. Saudara laki-lakinya yang tinggal di Saudi memberikannya tempat tinggal dan makan, serta mengambil uang Fatimah untuk kemudian dikirim ke kampung halamannya.

Al Shahrani menyarankan agar orang-orang memberikan sumbangan mereka lewat lembaga amal, yang akan menyalurkannya ke orang-orang yang benar-benar membutuhkan.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Senjata Kimia Libya akan Diperiksa Lagi
Tulisan selanjutnya Swiss Periksa Aset Para Diktator

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Berita
21 Juli 2026 14:37
MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Terbaru

  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?