Hidayatullah.com–Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengeluarkan perkiraan bahwa negara-negara pemakai mata uang euro memasuki resesi, lansir BBC.
Dalam laporan yang dikeluarkan hari Senin (28/11/2011) OECD mengatakan, krisis utang menjadi ancaman terbesar perekonomian dunia.
Dikatakan pula perkembangan negatif di zona euro bisa membuat kekuatan ekonomi lain mengalami resesi.
Organisasi ini menambah tekanan kepada Jerman untuk mengizinkan Bank Sentral Eropa mengambil langkah-langkah yang lebih agresif, dengan mengatakan Bank Sentral Eropa seharusnya membeli obligasi untuk meringankan beban negara-negara yang terlilit utang.
Laporan OECD juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi.
Untuk negara-negara pemakai euro, OECD memperkirakan tumbuh -1% untuk kwartal ini dan -0,4% untuk kwartal mendatang.
Secara global OECD meramalkan ekonomi tumbuh 3,8% tahun ini dan 3,4% tahun depan.
Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan mewakili negara-negara kaya di zona euro, Amerika Serikat, dan Jepang yang berjumlah 34 negara. OECD menjadi forum pembahasan kebijakan bagi negara-negara maju tersebut.*