Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Strasbourg Buka TPU untuk Muslim Prancis

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 14 Februari 2012 10:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Harapan Muslim Prancis untuk memiliki kompleks pemakaman umum akhirnya terwujud, dengan dibukanya pemakaman Muslim di kota Strasbourg seluas 1,5 hektar, lansir Deutsche Welle (13/02/2012).

“Luar biasa, ini saat yang bersejarah,” kata Habiba Al-Aabqary dari Dewan Regional Muslim Alsace (CRCM Alsace) pada upacara pembukaan yang dihadiri tokoh-tokoh Muslim dan pejabat setempat.

“Ini merupakan mimpi umat Muslim selama bertahun-tahun. Kami betul-betul bangga dan juga sangat gembira,” kata perempuan berkerudung itu.

Dengan luas sekitar dua kali lapangan sepak bola, lahan kompleks pemakaman dengan kapasitas sekitar 1.000 makam itu ditutupi rerumputan dan dihiasi pepohonan. Tembok tinggi memagari sekelilingnya dengan gerbang besi yang mengesankan. Pemakaman yang menghadap ke Makkah itu dilengkapi dengan tempat shalat dan berwudhu.

Seperti kota-kota lain di Prancis, Strasbourg memiliki sejumlah blok khusus Muslim di dalam taman pemakaman umum, tetapi sektor khusus ini sudah penuh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hukum Prancis yang menyerukan pemisahan antara gereja dan negara berarti, mayoritas taman pemakaman umum yang didanai oleh pajak tidak bisa diafiliasikan dengan agama apapun. Pemakaman umum harus terbuka bagi siapapun yang hendak dikuburkan di sana. Tetapi undang-undang ini tidak berlaku di wilayah timur Alsace di mana Strasbourg berlokasi, karena provinsi ini bukanlah bagian dari Prancis tahun 1905, ketika undang-undang itu diberlakukan.

Alsace adalah salah satu kawasan paling konservatif di Prancis, di mana partai ekstrim kanan Front Nasional secara tetap menerima sampai 30 persen suara dalam pemilu. Tahun 2010, provinsi ini menyaksikan serangkaian aksi serangan terhadap Muslim dan Yahudi. Makam Muslim di kawasan ini kerap dengan slogan dan grafiti neo-Nazi. Meski demikian, dewan baru Strasbourg yang sejak 2010 didominasi kelompok kiri berupaya mengakomodasi kebutuhan warga Muslim. Tahun 2010 dewan kota praja dengan suara bulat sepakat untuk mendanai pemakaman Muslim sebesar 800.000 Euro atau sekitar 9,5 milyar rupiah. Setahun kemudian, dewan menyetujui rancang bangun dua masjid baru.

“Jika sebuah komunitas agama merasa betul-betul kerasan di sebuah kota, mereka harus dibantu dalam membangun tempat untuk bersembahyang dan untuk menguburkan umatnya,” kata Walikota Strasbourg Roland Ries.

Pemakaman Muslim lainnya, di Marseille dan Bobigny di pinggiran Paris, lebih merupakan inisiatif pribadi dan bukan pemerintah setempat.

Kebutuhan tempat pemakaman muslim di Prancis meningkat, menurut ketua Dewan Regional Muslim Alsace, Erkin Açikel, karena generasi berikutnya dari pendatang Muslim di Prancis lebih ingin dikuburkan di Perancis, sementara orangtua mereka yang lebih memilih dimakamkan di negara asalnya.

“Saya berencana menikah dan membesarkan anak-anak saya di sini. Dengan begitu, saya harap anak-anak saya bisa berziarah ke makam saya,” kata konsultan keuangan Chargui. “Saya tak mau mereka merasa terpaksa untuk kembali ke Maroko, untuk menziarahi saya.”

Berdasarkan penelitian, Dewan Regional Muslim Rhone-Alpes memperkirakan Prancis perlu menaikkan jumlah blok makam muslim sebanyak 300% untuk memenuhi permintaan kebutuhan tempat pemakaman.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:makamMuslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FPI Diserang, SBY Khawatirkan Ada yang Memprovokasi
Tulisan selanjutnya Sore ini, Aktivis Feminis dan LGBT Ikut Demo “Anti FPI”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?