Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Para Uskup Amerika Tolak “Mandat Kontrasepsi’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Februari 2012 12:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Uskup-uskup di Amerika menolak “mandat kontrasepsi” meskipun sebagian penganut Katolik setuju terhadap reformasi layanan asuransi kesehatan yang dicanangkan Presiden Barack Obama.

Sekelompok mahasiswa bermain Frisbee, memanfaatkan cerahnya matahari di sela waktu istirahat kuliah. Pemandangan ini bisa dijumpai hampir di semua perguruan tinggi mana saja di Amerika.

Pemandangan itu juga bisa dijumpai di Universitas Katolik AS dan mengalihkan perhatian dari debat hangat yang berlangsung di kampus ini mengenai garis pemisah antara gereja dan pemerintah, khususnya terkait perempuan dan kontrasepsi untuk mencegah kelahiran.

Berdasarkan reformasi asuransi kesehatan Presiden Barack Obama, mahasiswa dan staf perguruan tinggi yang ditanggung oleh program asuransi universitas-universitas Katolik seperti Catholic University of America (CUA) akan mendapat penggantian biaya kontrasepsi. Tapi program yang disebut “contraceptive mandate” (mandat kontrasepsi) itu mendapat tentangan keras dari gereja Katolik Roma serta pendukung-pendukungnya di Amerika.

“Ini bukan isu tentang penggunaan alat kontrasepsi,” kata Regina Conley yang bekerja pada koran kampus.  “Saya rasa ini adalah masalah universitas Katolik yang mempunyai prinsip dan standar tertentu dan orang harus menghormatinya,” ujar Conley dikutip Voice of America (VoA), Senin, (20/02/2012).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bridget MacDonald menanggapi  “Itu adalah hak perempuan”. Katanya kesehatan banyak perempuan bergantung pada kemudahan memperoleh alat-alat atau obat kontrasepsi.

“Jika mereka tidak mendapat akses pada hal-hal semacam itu maka itu tidak benar”.  Majikan seharusnya tidak boleh menentukan tanpa memperdulikan apapun agama atau kepercayaan kita.

Meskipun universitas ini adalah universitas Katolik, banyak mahasiswanya bukan beragama Katolik.

Seperti diketahui, reformasi layanan kesehatan Presiden Obama mewajibkan majikan di Amerika untuk menyediakan layanan kontrasepsi bagi karyawannya. Gereja dan tempat ibadah lainnya yang keberatan bisa mendapat pengecualian, tapi tidak lembaga-lembaga seperti rumah sakit yang dijalankan kelompok agama, yayasan amal dan universitas yang melayani kepentingan umum dan mempekerjakan karyawan di luar agama itu.

Maria Sophia Aguirre mengajar ilmu ekonomi di Catholic University. Penentang keras kontrasepsi ini mengatakan badan-badan pemerintah tidak berhak mempromosikannya sebagai bantuan bagi kesehatan perempuan.

“Sebagai perempuan menurut saya ini menghina. Saya bukan alat kebijakan dan saya tidak perlu pemerintah mengatakan kepada saya mengenai bagaimana seharusnya saya melakukan aktivitas seks,” katanya.

Aguirre mengatakan siapapun yang ingin mendapatkan tanggungan kontrasepsi bisa mencari universitas lainnya.

Sebagian besar penganut Katolik di Amerika tidak sependapat dengannya. Jajak pendapat CBS/ New York Times awal bulan ini mendapati mayoritas percaya majikan yang terkait keagamaan harus menawarkan asuransi yang menanggung biaya kontrasepsi.

Tapi bulan November lalu, para uskup mereka melancarkan kampanye menentang ketentuan itu dan banyak yang menulis surat protes yang dibacakan pastor  pada misa gereja.

Mendapat tekanan bukan saja dari para uskup tapi juga anggota DPR beragama Protestan dan dari  partai Republik, Presiden Obama menyesuaikan program itu sehingga para majikan yang religius tidak perlu membayar langsung bantuan kontrasepsi. Sebaliknya perusahaan-perusahaan asuransi akan membayar pengganti. Tapi para uskup mengatakan hal itu masih tidak bisa diterima dan menggandakan kampanye mereka menentang apa yang mereka anggap pelanggaran kebebasan beragama.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejaMedia Islamold migrateuskup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengharap Hujan Tapi Maksiat Jalan?
Tulisan selanjutnya Siapa Yang Akan Mengolah Langit?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?