Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Majalah Science Minta Maaf ke Univ. Raja Abdulaziz

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Maret 2012 19:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Majalah asal Amerika Serikat, Science, meminta maaf kepada Universitas Raja Abdulaziz karena menampilkan sebuah artikel yang menuduh universitas Saudi itu sengaja menyewa peneliti paruh waktu hanya sekedar untuk meningkatkan ranking internasionalnya.

Permintaan maaf tersebut, lansir Arab News Senin (05/03/2012) dari harian Al-Madinah, dipublikasikan setelah wakil rektor untuk urusan studi dan penelitian ilmiah pascasarjana Adnan Zahid menulis surat ke majalah Sciene, yang isinya memprotes tudingan yang dilakukan oleh penulis Yudhiji Battacharjee dalam artikelnya.

Dalam surat permintaan maafnya, Science memuji upaya universitas untuk mengambil manfaat dari para ilmuwan. Science juga mengakui bahwa judul artikel yang dimuatnya memberikan kesan yang salah tentang program dari Universitas Raja Abdulaziz, yang berupaya menggalakkan penelitian di Saudi dengan mendatangkan ilmuwan-ilmuwan asing.

Science juga mengakui upaya dan kebijakan transparan dari pihak universitas dalam investasi untuk masa depan negara Saudi, dengan mengatakan investasi berupa mendatangkan para ilmuwan asing tersebut sebagai upaya yang sehat dan benar secara moral. 

Menanggapi artikel asli yang dimuat Science, pihak universitas mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa pihaknya mendirikan unit khusus dengan tujuan yang sah menarik minat para ilmuwan terbaik. Tidak ada kontrak yang ditandatangani ilmuwan manapun sebelum orang itu datang ke kampus Universitas Raja Abdulaziz dan mereka bahkan dibina oleh pejabat dan peneliti-peneliti senior di universitas itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dikatakan pula bahwa jumlah peneliti berkualitas dunia berjumlah sekitar 10.000, dan persaingan untuk menggaet mereka sangat sengit.

“Persaingan ini lahir dari hasrat untuk membangun kemampuan penelitian dan ilmiah, bukan berasal dari hasrat untuk memperoleh materi. Konsekuensinya, Universitas Raja Abdulaziz membuat upaya serius guna menarik peneliti-peneliti semacam itu dengan kerja paruh waktu, sehingga memungkinkan mereka untuk mengunjungi universitas secara periodik,” tulis pernyataan itu.

Dalam pernyataannya, Universitas Raja Abdulaziz menyinggung tindakan serupa yang dilakukan oleh universitas-universitas terkemuka dan bahkan sejumlah negara tertentu.

“Amerika Serikat membawa Albert Einstein ke Amerika dengan tawaran gaji yang tinggi. Di tahun 60-an dan 70-an, negara itu mendatangkan banyak ilmuwan terkemuka dan bahkan hingga sekarang, ilmuwan-ilmuwan papan atas kerap mendapatkan tawaran dari sekolah-sekolah elit di sana. Apakah itu Harvard, Princeton, Chicago, Stanford atau yang lainnya. Semuanya melakukan hal yang sama dalam mendatangkan orang-orang (ilmuwan) itu dari seluruh dunia berdasarkan sistem kerja paruh waktu,” papar Universitas Raja Abdulaziz.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hisab Berat di Akhirat jika Gagal Dirikan Negara Islam
Tulisan selanjutnya Anggota OKI akan Bahas Air di Istanbul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS

Berita
10 September 2026 14:13
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam

Terbaru

  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?