Hidayatullah.com–Para aktivis, politisi, dan partai politik di Mesir berjanji akan mengadakan demonstrasi massa pada hari Jumat (12/10/2012), sebagai aksi protes atas pembebasan terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap demonstran yang dikenal dengan Pertempuran Unta pada tanggal 2 dan 3 Februari 2011 dalam revolusi Mesir. Peristiwa tersebut telah menewaskan 14 orang dan lebih dari 1.000 orang terluka.
Beberapa politisi dan partai politik, termasuk juga aliran kiri dan liberal, mengatakan kepada United Press bahwa demonstrasi hari Jumat ini akan mengangkat isu “membuang-buang darah para syuhada revolusi 25 Januari dan hak-hak mereka.”
Namun selain itu aksi ini juga akan mengkritik kinerja Presiden Muhammad Mursi yang tidak menepati janjinya untuk mengakhiri penderitaan rakyat yang tengah dilanda setidaknya lima krisis setiap harinya, yaitu masalah roti gandum (makanan pokok), bahan bakar, kekacauan keamanan, lalu lintas, dan sampah.
Mereka juga menilai bahwa pembebasan para terdakwa Pertempuran Unta tersebut adalah bentuk pembebasan rezim Mubarak.
Mereka bertanya-tanya, “Lantas siapa yang membunuh aktivis Revolusi 25 Januari jika semua orang mendapat pembebasan?”
Sebelumnya, Pengadilan Pidana Kairo telah mengeluarkan keputusan pembebasan para terdakwa atas pembunuhan demonstran yang dikenal dengan Pertempuran Unta. Demikian dilansir Aljazeera, (11/10/12).*