Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mayat Mantan Menteri Libya Terapung di Danube

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 30 April 2012 18:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan perdana menteri dan menteri permiyakan Libya Shukri Ghanim ditemukan mengapung di Sungai Danube yang mengalir di kota Vienna, kata polisi Austria.

Dilansir oleh Associated Press, jurubicara polisi Roman Hashlinger mengatakan, mayat pria 69 tahun itu ditemukan mengapung di sungai pada Ahad dini hari (29/04/2012). Jasadnya tidak menunjukkan bekas penganiayaan, namun otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya masih dilakukan.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan, jika seseorang mendorongnya,” kata Hashlinger. “Tapi kemungkinan dia sakit lalu terjatuh ke sungai.”

Saat mayatnya ditemukan, Ghanim mengenakan pakaian wajar tanpa ada kartu identitas diri, kecuali sebuah dokumen yang menunjukkan nama perusahaan tempatnya bekerja. Salah seorang staf perusahaan itu kemudian dipanggil dan mengidentifikasi mayat Ghanim, kata jurubicara polisi itu.

Hashlinger mengatakan, Ghanim sepertinya meninggalkan tempat tinggalnya Ahad dini hari, setelah menghabiskan Sabtu malam di rumah bersama teman-temannya. Polisi mendapat laporan dari seorang pejalan kaki yang melihatnya mengambang di dekat kediamannya di Wina, dekat kompleks gedung badan-badan PBB di ibukota Austria.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ghanim adalah bekas perdana menteri Libya periode 2003 sampai 2006. Setelah itu ia menjabat sebagai menteri perminyakan sampai tahun 2011. Dia meninggalkan Libya menuju Tunisia, lalu ke Eropa pada bulan Juni, saat para pemberontak berusaha menggulingkan Muammar Qadhafi. Ghanim mengumumkan dirinya mendukung perjuangan pemberontak melawan rezim Qadhafi.

Di lingkungan negara anggota pengekspor minyak OPEC, Ghanim dikenal sebagai pribadi yang ramah. Di kalangan awak media ia mudah didekati dan tidak pelit memberikan nomor kontak kepada wartawan yang dipilih yang bertugas meliput pertemuan para menteri OPEC.

Sebagai pejabat Libya Ghanim bersikukuh menyatakan bahwa Libya tidak bertanggungjawab atas peristiwa pemboman pesawat komersial Amerika Serikat Pan Am 103 tahun 1988 di atas kota Lockerbie, Skotlandia, yang memakan korban 270 orang. Dia juga bersikukuh menyatakan Libya tidak bertanggungjawab atas kematian polisi Inggris Yvone Fletcher saat bertugas mengamankan aksi demonstrasi di depan Kedutaan Libya di London tahun 1984.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibu-Ibu Minta Pemerintah Batalkan Lady Gaga Konser
Tulisan selanjutnya Salafy Saingi Platform Kampanye Ikhwan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?