Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sarkozy Akhirnya Terdepak dari Kursi Presiden

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Mei 2012 08:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Francois Hollande menjadi presiden Prancis yang baru, setelah menang lebih dari separuh suara melawan incumbent Nicolas Sarkozy.

Dikutip dari Euronews, hasil akhir perhitungan suara resmi sampai pukul 20.00 waktu setempat hari Ahad (06/05/2012) menunjukkan Hollande unggul dengan 52,5% suara, sedangkan Sarkozy mendapatkan 47,5% suara.

Kemenangan Hollande ini menjadikan dirinya sebagai pemimpin Prancis pertama dari kelompok sosialis sejak pemerintahan Francois Mitterand, yang mengakhiri tugasnya 17 tahun lalu.

Sedangkan kekalahan Sarkozy, merupakan kejadian pertama di mana calon incumbent tidak terpilih kembali untuk kedua kalinya sejak masa Valerie Giscard d’Esting yang dikalahkan Mitterand pada tahun 1981.

Berbeda dengan Sarkozy yang menjanjikan pengurangan jumlah imigran kepada rakyat, Hollande berjanji bahwa setiap orang di Prancis akan diperlakukan sama dan ia akan memimpin persatuan seluruh penjuru negeri dengan misi mengubah Prancis beserta rakyatnya menjadi lebih baik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dan ketika hasil (pemilu) diumumkan, saya yakin bahwa di negara-negara Eropa (kemenangan) ini menjadi angin segar dan harapan. Bahwa ‘pengetatan’ pada akhirnya bukan sesuatu yang tidak dapat dihindari,” kata Hollande dalam pidato pertamanya setelah dipastikan menjadi presiden Prancis yang baru. Dia menyinggung masalah krisis ekonomi di Eropa yang dihadapi para pemimpin di benua itu dengan kebijakan pengetatan anggaran.

Dalam pidatonya, Hollande juga mengucapkan terima kasih kepada pendukungnya di kota Tulle, Correze, sebuah kota kecil yang hening, tempat ia mulai berkarir sebagai anggota parlemen.

Sarkozy akan menyerahkan tampuk kepemimpinan Prancis kepada Hollande pada 15 Mei mendatang di Istana Elysee.

“Francois Hollande adalah presiden Prancis dan ia harus dihormati,” kata Sarkozy.

“Saya menerima penuh kekalahan ini,” ujar Sarkozy, yang menyalahkan krisis ekonomi sebagai penyebab kekalahannya.

Sarkozy menjadi pemimpin ke-11 di Eropa yang kehilangan kekuasaan karena krisis ekonomi, sebab rakyat lebih memilih pemimpin yang memiliki perhatian terhadap masalah etika dan sosial.

Kemenangan Hollande, mau tidak mau akan mempengaruhi sejawatnya di Jerman, Kanselir Angela Merkel, dalam mengambil kebijakan terkait krisis ekonomi Eropa yang mulai menerpa negara itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siapa Faqih?
Tulisan selanjutnya Akhirnya, Cincin Cantik itu Tersemat di Jari Perempuan Pemberani di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?