Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Pertahanan Saudi Jadi Pangeran Mahkota

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Juni 2012 11:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Salman bin Abdulaziz hari Senin (18/6/2012) ditunjuk menjadi pangeran mahkota menggantikan Pangeran Naif bin Abdulaziz Al Saud yang meninggal dunia.

Raja Abdullah tidak hanya menunjuk Pangeran Salman sebagai orang yang akan menggantikannya sebagai raja, tetapi juga memberikannya jabatan wakil perdana menteri dan mempertahankannya sebagai menteri pertahanan.

Pangeran Salman, yang merupakan saudara satu ayah lain ibu dengan Raja Saudi Abdullah, diangkat menjadi menteri pertahanan menggantikan Pangeran Sultan, pangeran mahkota yang wafat sebelum Pangeran Naif pada tahun 2011 kemarin.

Pangeran Sultan sebelum wafat sudah memegang posisi menteri pertahanan dan penerbangan dalam waktu yang sangat lama.

Sebelum diangkat menjadi menteri pertahanan menggantikan Sultan, Pangeran Salman menjabat sebagai gubernur Riyadh sejak tahun 1962. Jabatan menteri pertahanan adalah jabatan pertama yang dipegang Salman dalam kementerian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, Pangeran Ahmad bin Abdulaziz ditunjuk menjadi menteri dalam negeri, sebuah posisi yang dijabat 30 tahun lamanya oleh mendiang Pangeran Naif. Demikian lapor Al Arabiya (18/6/2012) yang mengutip televisi pemerintah Al Akhbariyah.

Penunjukan Pangeran Salman sebagai pangeran mahkota diyakini cenderung karena pragmatisme saja, karena ia dianggap pemahami kekuatan yang mendominasi politik Arab Saudi.

Pangeran mahkota Arab Saudi bisa merupakan hasil kompromi para pangeran putra pendiri Kerajaan Saudi Abdulaziz ataupun penunjukkan oleh raja yang sedang memerintah.

Menurut dokumen kabel diplomatik tahun 2007 milik Amerika Serikat yang dibocorkan WikiLeaks, Pangeran Salman dinilai Barat sebagai seorang yang lebih moderat dibandingkan Pangeran Naif.

“Dia tidak membabi-buta menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tetapi pada saat yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang lebih dari sekedar minyak,” kata Robert Jordan, duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001-2003.

Putra-putra pangeran Salman merupakan pengusaha sukses dan memiliki dua surat kabar, Ashraq Al Awsat yang berbasis di London dan Arab News di Saudi.

Di bawah kepemimpinan Pangeran Salman, kementerian pertahanan mengumumkan rencana moderinisasi angkatan bersenjata Saudi dan membeli jet-jet tempur serta pesawat lainnya dari Amerika Serikat dan Inggris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empat Amanah Pemuda Muslim dalam Memikul Risalah Islam [3]
Tulisan selanjutnya Amir Nayif Amir Salafiyin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?