Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Oposisi Bertempur Sengit di Aleppo, Minta Bantuan Senjata

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juli 2012 18:02
Bagikan
2 anggota Free Syrian Army di Aleppo.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pasukan oposisi berusaha mati-matian mempertahankan kota Aleppo hingga hari ini. Menurut para aktivis, pasukan penentang rezim Suriah berhasil menghadapi serangan-serangan besar yang dilancarkan pasukan pendukung Presiden Bashar Al Assad.

Sampai saat ini, lapor Euronews (29/7/2012), serangan udara dan darat yang dilancarkan bertubi-tubi oleh pasukan Assad atas kota Aleppo belum mampu mengusir keluar pasukan oposisi yang menguasai sebagian besar wilayah Aleppo.

Sementara itu BBC melaporkan ketua kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah (SNC) meminta bantuan negara asing untuk mempersenjatai pasukannya di lapangan.

“Kami menginginkan senjata yang bisa menghentikan tank dan jet tempur. Itu yang kami inginkan,” kata Abdulbasit Sayda dari SNC saat keterangan pers di Abu Dhabi, tulis BBC.

Sayda juga mendesak negara-negara Arab membantu mereka, pasukan pembebasan Suriah (Free Syrian Army).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pasukan oposisi sejauh ini belum menerima dukungan dari militer asing.

Sayda mengatakan bahwa Presiden Bashar Al Assad seharusnya diadili atas pembantaian yang dilakukannya, dan bukan mendapatkan tawaran suaka jika mau meletakkan jabatannya.

Dia menegaskan, apa yang terjadi di Yaman tidak bisa diterapkan di Suriah, di mana presiden Yaman Ali Abdullah Saleh ditawari suaka sehingga ia mau menyerahkan kekuasaannya.

“Ada pembantaian yang berlangsung. Kami meyakini Bashar al-Assad harus diadili. Dia adalah seorang kriminal dan jangan diberi perlindungan,” tambahnya.

Sayda menyatakan SNC – yang berada dalam pengasingan – akan membahas rencana pemerintahan transisi bersama pasukan oposisi yang yang terlibat dalam pertempuran di lapangan.

“Kami mempelajari ide pemerintahan transisi dan kami akan menghubungi semua pasukan di lapangan di Suriah,” katanya.

Dia mengatakan pemimpin dari pemerintahan transisi ini harus seorang yang ”jujur dan patriotik… berkomitmen untuk tujuan revolusi Suriah sejak awal.”

Pertempuran berlangsung sepanjang hari sejak Sabtu kemarin.

Kawasan yang dikuasai pemberontak diserang dengan jet tempur yang terbang rendah. Bentrokan bersenjata dilaporkan terjadi di sekitar daerah Salahuddin dan Hamdanieh dekat pusat kota.

Tetapi, sejumlah laporan menyebutkan bahwa para pemberontak masih menguasai secara besar wilayah mereka. Mereka diyakini menguasai sekitar sepertiga kawasan di kota berpenduduk tiga juta orang tersebut, terutama di sekitar Sakhour.

Wartawan BBC yang berada di Aleppo melaporkan pertempuran sengit menyebabkan sejumlah pemberontak tewas. Para pemberontak melancarkan serangan balasan tetapi kalah persenjataan dan personel dari pasukan loyalis Presiden Bashar Al Assad, yang mengerahkan tank-tank dan pesawat tempur. Puluhan ribu warga sipil juga meninggalkan kota Aleppo guna mengungsi ke perbatasan Yordania.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleppoold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Khitan, Kelompok Agama Austria Minta Ketegasan Pemerintah
Tulisan selanjutnya “Islam Perdana” atau Islam ala Orientalis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?