Hidayatullah.com—Israel meluncurkan kampaye yang diberi nama “Saya seorang pengungsi” untuk warganya yang dideportasi dari negara-negara Arab, agar menceritakan pengalaman mereka dan menuntut ganti rugi atas kesulitan yang mereka alami, lapor media setempat Rabu (29/8/2012).
Dalam kampanye yang diluncurkn hari Selasa kemarin itu, Yahudi Arab didesak untuk mengunggah video kesaksian yang berisi cerita tentang deportasi yang mereka alami, untuk mendapatkan pengakuan yang lebih besar atas masalah tersebut, tulis Al Arabiya mengutip media Zionis Ynet News.
“Sekitar 856.000 Yahudi Arab diusir dari rumah-rumah mereka tanpa punya uang dan tiba di Israel sebagai pengungsi,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Danny Ayalon, putra dari seorang Yahudi asal Aljazair, dalam pengumuman kampanye tersebut.
“Sayangnya, cerita tentang pengusiran mereka tidak pernah mendapatkan perhatian masyarakat internasional atau pemerintah Israel,” katanya Ayalon, menurut laporan Ynet News.
“Saya menyeru kepada setiap pengungsi Yahudi dari negara-negara Arab untuk menceritakan kisah mereka,” kata Ayalon.
Namun anehnya, sementara Zionis berpihak pada Yahudi Arab, menyuruh mereka bersuara dan menuntut ganti rugi kepada negara-negara Arab, pemerintah Zionis pada saat yang sama mengejar-ngejar pengungsi Yahudi asal Afrika.
Sebagaimana diketahui, belum lama ini pemerintah Zionis menangkapi para imigran asal Afrika, yang disebutnya ilegal, dan akan menempatkan mereka dalam satu kamp untuk kemudian dideportasi ke negaranya. Pemerintah Zionis dan warga Yahudi yang kebanyakan tidak berkulit hitam, menolak keberadaan para pengungsi asal Afrika tersebut dan mengatakan mereka tidak berhak tinggal di Israel. Sudah menjadi rahasia umum bahwa imigran kulit hitam Yahudi asal Afrika paling menderita kehidupannya di Israel.
Hal lebih penting lagi, Zionis Israel mengabaikan bahkan sama sekali tidak mengakui hak kembali orang-orang Palestina yang diusir Zionis keluar dari tanah airnya, yang kini menjadi wilayah jajahan Israel.*