Hidayatullah.com—Jurubicara Kementerian Komunikasi dan Pemerintah Yordania Samih Ma’ytah mengatakan bahwa Yordania tidak akan lagi dapat menampung pengungsi Suriah, jika arus kedatangan mereka bertubi-tubi seperti sekarang dan masyarakat internasional tidak segera mencari solusi serius untuk mengatasinya.
Kepada reporter Arab News (3/9/2012) Ma’ytah mengatakan, negaranya memiliki sumber daya terbatas, dan kedatangan pengungsi dalam jumlah yang sangat besar itu telah membebani sumber daya air dan listrik negaranya.
“Hari ini lebih dari 24.000 pengungsi tiba di kamp Al Zatari dan dua kamp lainnya di Ramtha. Jumlah pengungsi terus bertambah dari hari ke hari dan memberikan beban terhadap sumber daya Yordania yang terbatas,” kata Ma’ytah.
“Walaupun banyak beban seperti ini, Yordania tetap memberikan bantuan kemanusiaannya sebagai bagian dari kewajiban sesama Arab terhadap saudara dari Suriah. Namun, kami mengimbau negara-negara saudara kami, teman dan masyarakat internasional untuk menjalankan rencana yang jelas untuk mengatasi beban ini.”
Ma’ytah mengatakan, sebagai negara penampung pengungsi dalam jumlah yang sangat besar, Yordania harus mengerahkan sumber daya air dan listrik yang tidak sedikit, yang harus ditanggung oleh anggaran negaranya. Belum lagi Yordania harus mengerahkan pasukan keamanan guna menjaga beribu-ribu pengungsi tersebut.
Saat ditanya apakah Yordania akan menutup pintu perbatasannya bagi pengungsi Suriah seperti yang telah dilakukan Turki, Ma’ytah menjawab bahwa hal itu tidak bijaksana dan bertentangan dengan etika negaranya. Namun demikian, Yordania tidak akan mampu terus menampung arus pengungsi yang berdatangan setiap hari di negaranya.*