Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Arab Bekerja Untuk Kemandirian Finansial

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juli 2012 13:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh YouGov dan Bayt.com, sebanyak 65 persen wanita Saudi bekerja karena ingin mandiri secara finansial, lansir Arab News (1/7/2012).

Survei yang dilakukan atas para wanita pekerja di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara itu ditujukan untuk mengetahui persepsi dan sikap para wanita pekerja terkait peran dan pengalaman mereka di tempat kerja.

Alasan kedua terbanyak yang dikemukakan para wanita itu juga masih terkait dengan finansial, yaitu terkait dengan kebutuhan keluarga. Di mana mereka ingin memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan keluarga dan bukan mencari kemandirian ekonomi atau finansial.

Alasan kemandirian finansial paling banyak dikemukakan oleh wanita berusia 25 tahun ke bawah.

Sementara di kalangan wanita berusia lebih matang (36-45 tahun), alasan demi masa depan anak-anak dengan memanfaatkan pendidikan yang dimilikinya, menjadi pendorong para wanita itu bekerja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebanyak 60% wanita warga negara anggota Dewan Kerjasasam Teluk (GCC), mengatakan bahwa dengan bekerja mereka ingin memperluas wawasan. Di mana 58 persen wanita Arab dan 57 persen wanita Barat di sana menyatakan, mereka termotivasi untuk bekerja karena menyadari kenyataan bahwa mereka bisa mandiri secara finansial. Sedangkan wanita Asia (63 persen) mengatakan, mereka bekerja demi menunjang kebutuhan keluarga.

Gaji tinggi merupakan hal yang dicari oleh sebagaian wanita pekerja di Timur Tengah (59 persen).

Sementara sebanyak 31 persen wanita pekerja di GCC dan Levant (Suriah dan sekitarnya), “karir yang terus menanjak dan bertahan lama” merupakan hal yang penting.

Sedangkan wanita pekerja yang berusia di atas 46 tahun kebanyakan mengharapkan jaminan di hari tua atau pensiun.

Saat ditanya tentang alasan terpenting yang memungkinkan terjadi perubahan pekerjaan, kebanyakan wanita menjawab gaji yang lebih tinggi (65 persen), kesempatan karir yang lebih baik (40 persen) dan pencapaian yang lebih tinggi (33 persen).

Sebagian wanita pekerja juga mengaku mendapatkan perlakuan diskriminatif. Di mana dua dari lima responden mengaku pernah diperlakukan diskriminatif saat wawancara kerja.

Wanita GCC yang yakin para pria mendapatkan perlakuan lebih istimewa, persentasenya di Qatar mencapai 24%, Saudi 37%, dan Uni Emirat Arab 31%.

Sedangkan di Tunisia, para wanita pekerja yang menilai terdapat kesetaraan dengan pria di berbagai bidang jumlahnya mencapai 44%.

Sementara itu, banyak wanita pekerja Saudi, Mesir dan Suriah yang berpendapat bahwa mereka tidak sejajar dengan perekonomian negara Barat.

Terkait lingkungan kerja, sebagian besar wanita mengaku bekerja di lingkungan yang sama dengan para pria (74 persen). Dari jumlah itu, 69 persen mengaku nyaman-nyaman saja dengan lingkungan tersebut.

Sementara di Saudi, 37 persen wanita mengkui memiliki tempat bekerja yang sama dengan pria, tetapi mereka ditempatkan di ruangan berbeda.

Sebanyak 28 persen wanita pekerja di Tmur Tengah dan Afrika Utara mengaku lebih menyukai jika manajer mereka adalah laki-laki, hanya 4 persen saja yang mengaku lebih senang jika manajer mereka perempuan.

Anak adalah faktor yang mempengaruhi wanita pekerja dalam membuat keputusan tentang karir mereka, kata 27% responden.

Survei itu dilakukan di kalangan wanita pekerja berusia lebih dari 18 tahun di negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain, Libanon, Suriah, Yordania, Aljazair, Mesir, Maroko dan Tunisa. Survei dilakukan secara online pada 7-30 Mei lalu, dengan mengambil 2.185 responden.*  

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arabold migratewanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Shalih Tapi Merasa Sebagai Ahli Maksiat
Tulisan selanjutnya Feminis Maroko Kampanye Anti Jilbab Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?