Hidayatullah.com—Tim pencari fakta yang dibentuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berangkat ke Myanmar hari Rabu kemarin untuk menyelidiki kekerasan penindasan dan pelanggaran HAM terhadap Muslim Rohingya di wilayah Arakan (Rakhine), lansir Arab News (6/9/2012).
Misi itu akan mengunjungi ibukota Naypyidaw untuk bertemu para pejabat pemerintah, lalu melanjutkan perjalanan ke desa-desa di Arakan tempat di mana kekerasan terjadi, termasuk Buthidaung, Maungdaw dan Sittwe.
Tim pencari fakta itu juga menjadi kunjungan pembuka bagi Sekjen OKI Ekmeledin Ihsanoglu, yang direncanakan ke Myanmar dalam waktu dekat.
Hasil temuan tim pencari fakta itu nantinya akan dipresentasikan dalam pertemuan Grup Kontak Myanmar di New York bersama Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir bulan ini.
Keputusan membentuk tim pencari fakta dan membentuk Grup Kontak di tingkat menteri diputuskan dalam pertemuan luar biasa Komite Eksekutif pada 5 Agustus di markas besar OKI di Jeddah, yang kemudian diadopsi oleh KTT Solidaritas Islam di Makkah pada 14-15 Agustus 2012.*