Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qadhafi Dibunuh Agen Prancis, Bukan Pemberontak Libya

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Oktober 2012 10:31
Bagikan
Omran Shaban orang yang pertama kali menangkap Muammar Qadhafi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah kabar terbaru mengatakan bahwa seorang agen rahasia Prancis, yang bertindak atas perintah Presiden Nicolas Sarkozy, adalah pembunuh sebenarnya mendiang pemimpin Libya Muammar Qadhafi.

Qadhafi dibunuh pada 20 Oktober 2011, dalam serangan di kampung halamannya di Sirte, setelah dia terdesak bersembunyi di sebuah pipa saluran pembuangan dan menyerah sambil mengangkat tangan memegang sebuah pistol emas.

Al Arabiya mengutip koran Italia Corriere della Sera yang melaporkan, “mengutip sumber-sumber diplomatik di ibukota Libya Tripoli bahwa seorang pembunuh bayaran telah membunuh Qadhafi dan orang tersebut kelihatannya orang Prancis.”

Menurut sumber-sumber kuat di Libya, seorang pria Prancis menyusup kerumunan pemberontak yang menangkap Qadhafi tahun lalu, kemudian menembak kepalanya.

Libya Herald (27/9/2012) melaporkan, mantan perdana menteri sementara Mahmoud Jibril dalam wawancara dengan stasiun televisi Mesir Dream TV mengatakan, seorang agen intelijen asing yang melakukan pembunuhan atas Muammar Qadhafi dan bukan pemberontak Libya seperti yang disangka orang selama ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Seorang agen internasional yang bertanggungjawab atas kematian [Qadhafi] ini,” kata Jibril, dikutip Libya Herald.

“Tujuannya adalah untuk membungkam Qadhafi selamanya, karena dia memegang banyak rahasia besar dan dokumen dan memiliki hubungan dengan banyak foreign security services,” kata Jibril, tanpa menjelaskan lebih lanjut security services asing apa yang dimaksudkannya dan tanpa memberi bukti.

Al Arabiya menyebut, pembunuh yang menghabisi nyawa pemimpin Libya itu bertujuan utama mencegah terbongkarnya hubungan Qadhafi dengan mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy, yang disebut-sebut mendapatkan dana jutaan dolar dari Qadhafi untuk pemilunya di Prancis tahun 2007.

Agen asing itu Omran Shaban?

Entah ada kaitannya atau tidak, seorang pria muda 22 tahun yang ikut membekuk Qadhafi dan kerap terlihat memamerkan pistol emas Qadhafi, meninggal di Paris Senin kemarin (24/9/2012). Pemuda itu bernama Bin Umran Sya’ban (Ben Omran Shaban), lansir Al Arabiya (1/10/2012).

Menurut Libya Herald (25/9/2012), anggota revolusi Libya yang pertama kali menemukan persembunyian Muammar Qadhafi di pipa saluran pembuangan itu meninggal di sebuah rumah sakit Amerika, American Hospital, di Paris.

Shaban yang berasal dari Misratah, terluka parah setelah ditangkap oleh para pendukung Muammar Qadhafi di Bani Walid Juli silam.

Bersama seorang rekannya, Shaban dikirim ke kota pegunungan sebelah barat itu pada 12 Juli 2012 sebagai bagian dari Brigade Perisai Libya, menyusul ditangkapnya dua jurnalis ternama Misratah empat hari sebelumnya.

Shaban yang tertembak di leher, diyakini mendapat siksaan saat berada dalam tawanan Bani Walid selama 2 bulan, karena perannya dalam penangkapan Muammar Qadhafi.

Setelah dibebaskan pada 13 September kemarin, para dokter di Misratah mengatakan ada peluru di tulang belakang Shaban dan ia dalam keadaan lumpuh.

Shaban lalu diterbangkan ke Paris, Prancis, untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya meninggal Senin pekan lalu.

Perawat tempur Prancis pembuka serangan pasukan asing ke Libya atas muammar Qadhafi dan para pendukungya. Prancis menjadi negara paling aktif selama serangan di Libya, dengan mengerahkan banyak pesawat tempur dan didukung kapal induk Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qurban untuk masyarakat minoritas muslim Nias
Tulisan selanjutnya Sabam: Sutradara IOM “Penghianat” Gereja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?