Hidayatullah.com—Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Amerika Serikat mendukung penggunaan pesawat tanpa awak (drone) oleh pemerintah mereka dalam serangan yang ditujukan kepada para pemimpin kelompok yang dianggap ekstrimis di Timur Tengah, meskipun serangan itu juga menewaskan 49 warga sipil untuk setiap kali memburu satu target, lansir Russia Today (3/10/2012).
Pew Research mendapati, 17 dari 20 negara yang disurvei, lebih dari separuh menentang penggunaan serangan tersebut, sementara 62 persen warga Amerika mendukung pembunuhan itu.
Di Yunani 90 persen warganya yang disurvei mengecam serangan drone AS, diikuti kemudian oleh Mesir 89 persen.
Serangan mesin perang tak berawak Amerika itu dikecam di Yordania (85 persen), Turki (81 persen), Spanyol(76 persen), Brazil (76 persen), serta Jepang (75 persen).
Gedung Putih berulang kali mengklaim bahwa jumlah korban nyawa sipil yang diakibatkan oleh serangan pesawat-pesawat tanpa awaknya hanya sedikit. Namun, survei terbaru menunjukkan kenyataan yang berbeda.
Sebuah studi yang dirilis pekan lalu oleh para peneliti dari sekolah hukum Universitas New York dan Standford mendapati, dalam setiap serangan drone AS di Pakistan hanya menewaskan 1 teroris sementara warga sipil yang kehilangan nyawa jumlahnya 50 orang.
Penemuan tersebut menegaskan bahwa cara perang menggunakan drone tidak efektif karena justru menelan korban warga sipil lebih banyak.
Studi itu juga merekomendasikan agar pemerintah Amerika Serikat menjajaki ulang perburuan target dengan drone, yang menewaskan 49 orang sipil untuk setiap 1 target.
Selain itu, studi tersebut menemukan bahwa CIA, intelijen AS yang mengendalikan serangan drone, juga melipatgandakan target, di mana selain memburu target utama, mereka juga membunuh orang yang membalas serangan itu.
Biro Jurnalisme Investigatif mendapati, dari bulan Juni 2004 sampai pertengahan september 2012, serangan pesawat tanpa awak AS sudah membunuh 2.562-3.325 orang di Pakistan termasuk anak-anak.
Namun, meskipun terbukti nyata bahwa serangan drone di Pakistan, Yaman dan Somalia banyak memakan nyawa warga sipil, sebagian besar warga Amerika Serikat, termasuk 72 persen pendukung Partai Republik, mendukung serangan pesawat tanpa awak itu.*