Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Innalillah, 150 pengungsi Rohingnya Hilang Setelah Kapal Mereka Tenggelam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 November 2012 04:21
Bagikan
Myanmar menolak kehadiran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berencana membantu kaum Muslim
Bagikan

Hidayatullah.com—Duka masih menyelimuti etnis Muslim Rohingya. Sekitar 120 orang, sebagian besar pengungsi Muslim Rohingya, hilang dalam kecelakaan kapal di Teluk Benggala, menurut polisi Bangladesh.

Mereka yang selamat mengatakan para pengungsi Rohingnya yang berada di kapal itu menyelamatkan diri dari kekerasan sektarian di Burma (Myanmar), demikian dikutip BBC Indonesia.

Para nelayan setempat menyelamatkan 13 orang dari kapal yang tenggelam saat para pengungsi berupaya pindah ke kapal yang lebih besar dalam perjalanan ke Malaysia.

Minggu lalu, ribuan warga Muslim Rohingya diyakini kabur dengan menggunakan kapal ke laut akibat bentrok hari Jumat (26/10/2012) yang berlangsung di enam kota.

Lebih dari 67 orang tewas akibat kekerasan yang bertepatan dengan Hari Raya Qurban bagi umat Islam Myanmar. Para pemimpin Muslim di Mymanmar mengaku tak merayakan lebaran Idul Adha kali ini karena alasan keamanan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih dari 20.000 warga Muslim Rohingnya mengungsi setelah kekerasan pecah di negara bagian Rakhine, Burma 10 hari lalu.

Paling tidak 80 orang meninggal dan ribuan rumah terbakar dalam kekerasan itu.
Bentrokan antara kelompok Muslim dan Buddha Rakhine di Burma barat ini juga terjadi pertengahan tahun ini dan menyebabkan 70.000 warga Rohingnya mengungsi.

Tinggal di tempat darurat

Kekerasan pecah menyusul perkosaan dan pembunuhan seorang wanita Buddha di Rakhine.
Banyak warga Rohingnya yang tinggal di kemah-kemah sementara di luar ibukota negara bagian Rakhine.

Serangan balasan terhadap warga Rohingya meluas dan pemerintah terpaksa menetapkan keadaan darurat untuk mengakhiri kekerasan.

Banyak warga Rohingya yang mengungsi Juni lalu kini tinggal di tempat-tempat darurat di seputar ibukota Sittwe atau di sepanjang perbatasan Bangladesh.

Ketegangan antara kelompok etnik Rakhine dan Rohingnya – yang dianggap tidak memiliki kewarganeraan- sudah lama terjadi. PBB menggambarkan Rohingnya sebagai kelompok minoritas agama yang teraniaya.

Sementara pihak pemerintah Myanmar sendiri justru menolak keterlibatan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berencana membuka kantor cabangnya guna membantu Muslim Rohingya yang terkena dampak kekerasan antarumat beragama beberapa waktu lalu.

Penolakan ini disampaikan langsung Presiden Myanmar, Thein Sein,  setelah mendapat tekanan dari ribuan biksu Budha, kelompok agama yang dikenal menentang keberadaan kaum Muslim Rohingya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmamyanmarold migrateRohingyatewas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Palestina Waspadai Trik Israel Kacaukan Persatuan Dalam Negeri
Tulisan selanjutnya Peneliti Perempuan INSISTS Terima Gelar Doktor Dengan Cum Laude

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?