Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bias Media AS dalam Menggambarkan Citra Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Desember 2012 10:32
Bagikan
Sebuah kover majalah Newsweek dalam memandang Islam
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa media utama AS didominasi oleh kelompok anti Islam yang membuat gambaran publik tentang Islam menjadi bias sejak tragedi WTC 11 September 2001.

“Organisasi pinggiran anti Muslim mendominasi media massa dengan menampilkan ketakutan dan kemarahan,” kata Christopher Bail, asisten profesor sosiologi di University of North Carolina, kepada majalah Wired. Bail telah melakukan penelitian pengaruh kelompok pinggiran ini pada liputan media AS terhadap Muslim.

Kelompok-kelompok pinggiran ini mendapat tempat di New York Times, USA Today, Washington Times, CBS News, CNN dan Fox News Channel.

Asisten profesor ini mensurvei lebih dari “1.084 siaran pers tentang Muslim yang diproduksi oleh 120 organisasi masyarakat sipil untuk 50.407 artikel surat kabar dan transkrip televisi” selama tujuh tahun penting setelah  peristiwa 11 September, antara tahun 2001 dan 2008.

“Sebagian besar organisasi bersaing untuk membentuk wacana publik tentang Islam setelah serangan 11 September dan pesannya pro-Muslim,” katanya. “Namun studi saya menunjukkan bahwa wartawan begitu terpikat oleh sekelompok kecil organisasi pinggiran dan mereka datang untuk dianggap sebagai arus utama.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dokumen Bail ini, diterbitkan dalam American Sociological Review, yang merupakan bagian dari studi yang lebih luas tentang pengaruh kelompok pinggiran pada media.

Sejak serangan 11 September di Amerika Serikat, diperkirakan antara 6-8 juta Muslim AS, telah mengeluhkan adanya diskriminasi dan stereotip karena pakaian dan identitas mereka.

Pada bulan Agustus 2011, sebuah laporan AS yang beredar menggambarkan sekelompok yayasan, think tank dan blogger sebagai pemain utama di balik kampanye 10 tahun untuk mempromosikan ketakutan terhadap Islam dan Muslim di AS. Laporan itu berjudul: “Fear, Inc.: The Roots of the Islamophobia Network in America”, dikeluarkan oleh CAP, sebuah think tank yang dekat dengan pemerintahan Presiden Barack Obama.

Laporan 130 halaman itu mengidentifikasi tujuh yayasan yang telah diam-diam memberikan total lebih dari 42 juta dolar AS, untuk individu-individu penting dan organisasi yang telah mempelopori upaya luas nasional anti-Muslim antara tahun 2001 dan 2009.

Studi ini juga menemukan bahwa kelompok-kelompok Muslim dominan di AS absen dari media mainstream. Media-media itu hanya fokus pada pandangan ekstremis.

“Kita mempelajari bahwa media Amerika hampir sepenuhnya mengabaikan kecaman publik terhadap ‘teroris’ yang bahkan disampaikan organisasi-organisasi Muslim terkemuka di Amerika Serikat,” kata Bail.

Bail menyatakan bahwa bahwa beberapa organisasi berhasil dalam menyebarkan peringatan negatif tentang Islam, termasuk  Center for Security Policy and the Middle East Forum (Pusat Kebijakan Keamanan dan Forum Timur Tengah) melalui proyek-proyek seperti Islamist Watch and Stop the Islamization of America.*/nh

“Satu-satunya organisasi besar Muslim AS yang pengaruhnya ke media cukup tinggi adalah Council on American-Islamic Relations (CAIR), yang sekarang bekerja untuk menolak meningkatnya pesan-pesan anti-Muslim dalam lingkup publik Amerika,”kata Bail.

Asisten profesor ini mengatakan bahwa dampak media anti-Islam tampak jelas dalam pemerintahan, di mana beberapa Muslim terlibat dalam proses kebijakan.

“Organisasi Muslim-Amerika belum cukup terwakili dalam proses kebijakan kita (AS),” katanya. “Sebagai contoh, hanya satu organisasi besar Muslim-Amerika diundang untuk berpartisipasi dalam Senat dan Kongres baru-baru ini.”

Meskipun gambarannya mengerikan, Bail percaya bahwa toleransi akan menang pada akhirnya. “Saya tidak berpikir itu sudah terlambat,” kata Bail.”Toleransi agama sangat tertanam dalam karakter nasional kita. Muslim telah menjadi kekuatan positif dalam sejarah Amerika Serikat sejak abad ke-19.”

Kelompok pinggiran ini berbagai macam. Diantaranya seperti yang dilakukan Pamela Geller yang membentuk kelompok anti Islam, The American Freedom Defense Initiative (AFDI). September lalu misalnya ia meluncurkan iklan di stasiun kereta AS:  “In any war between the civilized man and the savage, support the civilized man. Support Israel, Defeat jihad.”  (Dalam berbagai peperangan antara manusia beradab dan manusia biadab, dukunglah manusia beradab. Dukung Israel, Kalahkan Jihad). Selain Geller, ada juga Robert Spencer. Keduanya selain membentuk AFDI dan menulis buku-buku yang memojokkan Islam, juga membentuk gerakan ‘Stop Islamization of America’.

The Council on American-Islamic Relations (CAIR), adalah kelompok Islam yang aktif melakukan peperangan di media dengan kelompok-kelompok kecil anti Islam ini. CAIR misalnya menandingi kelompok ini dengan meluncurkan iklan: “Jadilah pemaaf, Bicaralah untuk keadilan dan Hindari kebodohan ” (Show forgiveness, speak for justice and avoid the ignorant, QS Al A’raf 199). Nihad Awad, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR), menyatakan : “Mereka perlu diantisipasi melalui upaya kolektif warga Amerika untuk menolak fobia Islam dan sikap membenci.”*/nh

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Israel Gay Boleh Cerai, Padahal Perkawinan Homo Belum Diakui
Tulisan selanjutnya Amalan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?