Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembocor ke WikiLeaks Mengakui Diperlakukan Seperti Binatang

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 Desember 2012 13:13
Bagikan
Bradley Manning saat menuju sidang pra-peradilan di pengadilan di Fort Meade, Maryland.
Bagikan

Hidayatullah.com–Barangkali benar juga kritikan mantan Presiden AS Jimmy Carter terhadap pelaksanaan hak asasi manusia di Amerika Serikat, bahwa AS melanggar 10 paragraf dari 30 paragraf Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Salah contoh  pembocor informasi ke WikiLeaks Bradley Manning telah diperlakukan seperti binatang di “kebun binatang” di dalam tahanan, sebagaimana disebutkan pengacara Manning.

Manning yang ditahan secara terpisah di sel kecil, diawasi terus-menerus selama 24 jam dan dipaksa untuk tidur telanjang 20 menit sehari. Ini merupakan pelanggaran terhadap hukum militer Amerika Serikat, sebut pengacara David Coombs.

“Setiap saat dalam hidupnya akan diawasi dan dilihat ditonton bagai kebun binatang,” katanya, dilansir laman The Australian, Rabu (12/12/2012).

Coombs berupaya menggagalkan tuntutan terhadap Manning, dalam suatu pembelaan di dalam sidang pra-peradilan.

Tuntutan yang dijatuhkan kepada pria berusia 24 itu termasuk tuduhan “membantu musuh,” karena membocorkan ratusan ribu dokumen AS militer dan diplomatik yang sensitif ke Julian Assange yang memiliki situs anti-kerahasiaan, WikiLeaks.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Manning ditangkap pada bulan Mei 2010 saat menjabat sebagai seorang analis intelijen di dekat Baghdad dan kemudian didakwa membocorkan sebagaian besar dokumen rahasia.

Awalnya ia dikirim ke penjara AS, berdekatan di Kuwait, sebelum dipindahkan ke penjara Markas Marinir di Quantico, Virginia, pada bulan Juli 2010.

Setelah sembilan bulan di sana, ia dipindah ke penjara Angkatan Darat AS di Fort Leavenworth, Kansas, pada April 20122. Baru di situ ia diperbolehkan berinteraksi dengan tahanan lainnya.

Selama pra-pengadilan di Forte Meade di Maryland, pembela berpendapat dakwaan harus digugurkan atas dasar bahwa penahanan Manning di Quantico tidak adil dan keras.

Pengadilan mendengar pendapat terhadap mereka yang terlibat dalam penahanan Manning, dari kepala penjara sampai para penjaga yang terus mengawasi selnya.

Manning mengakui, ia sempat frustasi pada awal penahanannya dan merenungkan untuk bunuh diri akibat permintaannya untuk kondisi yang lebih baik diabaikan.

“Saya tidak punya kaus kaki, pakaian tidak ada, saya tidak punya pakaian, saya tidak punya kacamata,” kata Manning.

Sidang pra-peradilan berikutnya ditetapkan 8 Januari 2013. Kasus ini diharapkan bisa diputuskan pada bulan Maret, kecuali tuntutan dihentikan dengan alasan tidak bisa dilanjutkan.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yang Shalih Beristighfar, Bagaimana Pendosa?
Tulisan selanjutnya ICMI Kecam Mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?