Hidayatullah.com–Kepala negara Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak telah berkunjung ke Jalur Gaza akhir Januari lalu, namun belum ada tanda-tanda Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akan berkunjung ke Gaza untuk menunjukkan sikap kongkrit keberpihakannya terhadap Palestina, khususnya Gaza, yang tengah dijajah Zionis Israel.
“Saya kira tidak tertutup kemungkinan (melakukan kunjungan kenegaraan ke Gaza),” kata Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa kepada hidayatullah.com di sela kunjugan Presiden SBY ke lokasi pembangunan asrama mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir, Rabu, (06/2./2013).
Kata Marty, Indonesia secara total mendukung Palestina dan ingin mewujudkannya secara nyata dengan mendukung program jaringan dana pengaman untuk Palestina, Palestinian Safety Net, yang digulirkan di KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Kairo, Mesir 2 – 7 Pebruari 2013.
Palestine Safety Net adalah langkah antisipasi negara-negera OKI untuk membantu krisis keuangan Palestina menyusul langkah Israel yang menghentikan pembayaran pajak mereka untuk Otoritas Palestina. Zionis menghentikan pajak mereka menyusul diakuinya status Paletina sebagai negara peninjau di PBB.
Ditanya soal pembukaan Kedutaan Besar RI atau Konsulat RI di Gaza, Marty menjawab, “kita lihat nanti”.
“Bentuk perwakilan, kan, beragam. Bisa di Ramallah bisa di Gaza. Sesuai yang memungkinkan,” kata Marty.*