Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Australia Ideal Direkrut Jadi Agen Mossad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Februari 2013 09:24 9:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Februari 2013 09:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pria misterius “Prisoner X” yang tewas dalam penjara Zionis tahun 2010 sudah diketahui identitasnya sebagai warga negara Australia yang direkrut menjadi agen Mossad. Menurut seorang mantan intel Ausralia di luar negeri, warga negara Australia memang ideal direkrut untukmenjadi mata-mata Mossad.

Departemen Luar Negeri Australia telah mengkonfirmasi bahwa Ben Zygier yang dulu dikenal sebagai Prisoner X adalah pemegang paspor Australia dengan nama Ben Allen. Baca berita sebelumnya “Tahanan X yang tewas di Penjara Israel Agen Mossad WN Australia”.

Ben Allen, menurut laporan Foreign Correspondent yang ditayangkan ABC, pindah ke Israel untuk memulai hidup baru. Sesampainya di negara Zionis itu, dia mengubah namanya menjadi Ben Alon. Ben Alon menikahi seorang wanita Israel dan memiliki dua orang anak. Pria asal Melbourne itu menyebut pengacara sebagai profesinya. Namun, sumber terpecaya Foreign Correspondent mengatakan bahwa dia bekerja sebagai agen mata-mata Mossad.

Sumber itu mengatakan, kemudian terjadi kesalahan dalam karir Ben Alon sebagai mata-mata dan hal itu menyebabkan dirinya dikurung dalam sel isolasi di penjara Ayalon dekat Tel Aviv, hingga akhirnya dinyatakan tewas karena bunuh diri.

Identitas Prisoner X yang kemudian diketahui sebagai Ben Allen atau Ben Alon atau Ben Zygier, diketahui dari penelusuran tentang kasus bunuh diri di penjara Israel. Pada bulan Desember 2010 hanya ada dua kasus bunuh diri, yang mana salah satunya terjadi di penjara Ayalon.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Situs Israel Ynet tanggal 27 Desember 2010 menulis laporan tentang kasus bunuh diri tahanan di Ayalon yang terjadi dua pekan sebelumnya. Dari sana diketahui tentang kematian Ben Zygier.

Batu nisan atas nama Ben Zygier yang berada di pemakaman Yahudi Chevra Kadisha di daerah pinggiran kota Springvale, Australia, tertulis 9 Desember 1976 sebagai tanggal kelahirannya dan 15 Desember 2010 sebagai tanggal kematiannya.

Badan intelijen dalam negeri Australia ASIO sudah sejak lama memantau warga Yahudi di Australia yang diduga bekerja sebagai mata-mata untuk Mossad.

ASIO berkeyakinan orang-orang yang direkrut oleh Mossad itu menganti nama-nama Eropa dan Yahudi menjadi nama-nama khas “Anglo”. Mereka kemudian memakai paspor baru dari Australia dan pergi ke negara-negara Arab serta Iran atau tempat-tempat lain di mana paspor Israel tidak dapat digunakan.

Warren Reed, seorang mantan intel untuk agen intelijen Australia yang beroperasi di luar negeri, ASIS, mengatakan bahwa orang-orang Australia ideal untuk direkrut menjadi agen Mossad.

“Orang Australia di luar negeri secara umum dipandang sebagai orang yang cukup innocent,” kata Reed kepada ABC (12/2/20103).

“(Australia) itu negara bersih – memiliki citra yang baik seperti halnya Selandia Baru,” imbuhnya.

“Tidak banyak negara seperti itu. Jadi kewarganegaraan kita atau apapun yang berhubungan dengannya bisa sangat berguna dalam kerja intelijen,” kata Reed lagi.

Terkait penahanan dan perlakuan atas Ben Zygier dan kasusnya yang terkesan kuat ditutup-tutupi, Reed mengatakan bahwa hal itu pasti berhubungan erat dengan masalah spionase, menyangkut informasi yang sangat, sangat sensitif yang apabila diketahui oleh orang lain akan menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Israel sebagai sebuah negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS: Kewenangan Sertifikasi Halal Tetap Ada di MUI
Tulisan selanjutnya Harun Nasution, Mu’tazilah dan Mitos Pembaruan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?