Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kardinal Inggris Dilaporkan Mencabuli Juniornya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Februari 2013 09:17 9:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Februari 2013 09:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tiga orang pendeta dan seorang mantan pendeta di Skotlandia telah melaporkan ke Vatikan rohaniwan Katolik paling senior di Inggris, Kardinal Keith O’Brien, yang pernah melakukan tindakan tidak senonoh tigapuluh tahun silam.

Keempat pendeta dari keuskupan St Andrews dan Edinburgh itu telah menyampaikan pengaduan mereka kepada Duta Besar Vatikan untuk Inggris Antonio Mennini dan menuntut O’Brien segera mengundurkan diri. Demikian menurut jurubicara kardinal, yang berpendapat bahwa tuntutan itu masih bisa diperdebatkan.

O’Brien akan pensiun bulan depan. Dia adalah penentang keras hak-hak kaum gay, mengecam homoseksual sebagai perilaku imoral, menolak mengakui gay dan terakhir berpendapat bahwa perkawinan sesama jenis akan mencederai pelakunya secara fisik maupun psikis.

Salah seorang pendeta pria yang mengadukan O’Brien mengaku bahwa pemimpin agama Katolik tertinggi di Inggris itu menjalin hubungan yang tidak pantas dengannya, sehingga dirinya membutuhkan konsultasi kejiwaan dalam waktu lama.

Keempat orang pria rohaniwan gereja itu mengadukan O’Brien pada pekan sebelum Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya pada 11 Februari lalu. Mereka khawatir, O’Brien keburu pergi ke Vatikan untuk mengikuti pemilihan Paus baru, sehingga gereja tidak akan memperhatikan serius pengaduan mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ada kecenderungan untuk menutupi dan melindungi sistem dengan segala cara,” kata salah seorang pendeta yang mengadu itu.

“Gereja itu indah, tetapi memiliki sisi gelap, dan itu sama sekali tidak berkaitan dengan akuntabilitas. Jika sistemnya diperbaharui, mungkin sistemnya perlu dilucuti sedikit,” imbuhnya, masih membela institusi keagamaannya.

Menurut laporan reporter Observer di The Guardian (23/2/2013), kantor kedutaan Vatikan di Inggris lewat surat elektronik menyampaikan penghargaan atas keberanian keempat rohaniwan itu mengadukan kebejatan O’Brien.

Pengaduan tentang perilaku tidak pantas O’Brien yang pernah muncul ke publik pertama kali terjadi pada tahun 1980. Pelapor, yang ketika itu masih berusia 20 tahun dan sekarang sudah menikah, merupakan peserta didik seminari di St Andrew’s College, Drygrange, di mana O’Brien menjabat sebagai “direktur spiritual”. Reporter Observer mengatakan, O’Brien melakukan aksi bejatnya usai doa malam.

Pria itu mengaku, kala itu dirinya terlalu takut untuk mengadukan kasus tersebut. Menyusul kejadian itu, kepribadian pemuda itu berubah dan guru-gurunya melihat dia mengalami depresi. Dia berhasil ditahbis menjadi rohaniwan Katolik, tetapi memilih mundur ketika tahu O’Brien dinaikkan jabatannya menjadi uskup.

“Ketika itu saya tahu, dia akan selalu memiliki kekuasaan atas diri saya. Saya disangka meninggalkan dunia kependetaan agar bisa menikah. Padahal tidak. Saya pergi untuk menjaga integritas saya,” katanya.

Dalam pernyataan kedua yang dibuat “Pendeta A”, disebutkan bahwa pendeta itu dalam keadaan senang tinggal di parokinya, sampai O’Brien datang dan hubungan yang tidak senonoh antara O’Brien dengan dirinya terjadi.

“Pendeta B” mengaku memulai aktivitas kegerejaannya tahun 1980-an saat diundang ke acara “Mengenal O’Brien” di kediaman uskup agung. Dia mengaku, larut malam usai acara minum-minum terjadi tindakan yang tidak diinginkan dirinya yang dilakukan oleh O’Brien.

“Pendeta C” mengaku, tindakan tidak senonoh yang dilakukan O’Brien atas dirinya saat masih muda dilakukan selama sesi konseling masalah pribadi. Pendeta C menyatakan, O’Brien memanfaatkan waktu doa malam untuk melancarkan aksi bejatnya.

Usai kejadian itu, tokoh senior Katolik itu masih menjalin hubungan dengan Pendeta C untuk beberapa lama. Dan dalam pengaduannya ke Kedubes Vatikan dikatakan, O’Brien sengaja mengatur agar terjadi hubungan intim dengannya sedikitnya dalam satu kesempatan. Menurut Pendeta C, O’Brien sangat kharismatik, dia yang seharusnya menjadi atasan yang membimbingnya bertindak tidak hanya menyenangkan tetapi juga menyusahkan.

Mereka yang pernah dicabuli O’Brien yakin pimpinan gereja itu menyalahgunakan jabatannya. “Anda harus mengerti,” kata mantan pendeta itu menjelaskan, “hubungan antara seorang uskup dengan pendeta. Saat pentahbisan, anda bersumpah untuk mematuhinya.”

“Dia lebih dari sekedar bosmu, melebihi CEO perusahaanmu. Dia punya kekuasaan yang sangat besar atas dirimu. Dia bisa memindahkanmu, memecatmu, membawamu masuk dan terlibat … dia mengendalikan seluruh aspek kehidupanmu. Kamu tidak bisa begitu saja membalas perlakuannya,” katanya

Keempat orang itu sebenarnya agak enggan mengadukan kasusnya. Mereka sadar gereja kemungkinan akan mengabaikan pengaduannya. Untuk itu mereka berharap, anggota rapat tertutup di Vatikan untuk memilih Paus, nantinya akan berisi orang-orang yang bersih.

Sebagaimana diketahui, pemilihan Paus digelar dalam pertemuan tertutup yang diikuti oleh para kardinal wakil dari negara di seluruh dunia. Inggris dalam pertemuan mendatang otomatis akan diwakili oleh O’Brien sebagai kardinal Inggris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiket Bodong, 49 Jamaah Umroh RI Tertahan di Malaysia
Tulisan selanjutnya Bangun Peradaban Islam, Jauhkan Punggung dari Tempat Tidur!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?