Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

10 Tahun ‘Penjajahan’ AS di Iraq, Kondisi HAM Makin Buruk

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Maret 2013 08:13 8:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2013 08:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amnesty International hari Senin (11/03/2013) dikutip Deutsche Welle, mengeluarkan laporan tentang situasi hak asasi manusia di Iraq. Laporan berjudul ”Dekade Pelanggaran Hak Asasi Manusia” itu disusun berkaitan dengan 10 tahun serangan Amerika Serikat, yang dimulai 20 Maret 2003. Laporan menggambarkan kondisi dramatis di Iraq sampai saat ini.

Kesimpulan Carsten Jürgensen, pengamat Iraq dari Amnesty Internasional Baik pemerintah Iraq maupun penguasa pendudukan tidak memperhatikan standar-standar hak asasi. Warga Iraq harus membayar mahal, ujarnya dalam wawancara dengan Deutsche Welle.

Laporan kondisi HAM di Iraq setebal 100 halaman itu memuat berbagai contoh kasus, bagaimana aparat Iraq melanggar hak asasi dan prinsip hukum. Penyiksaan, serangan terhadap warga sipil, proses pengadilan yang tidak adil adalah peristiwa sehari-hari, demikian Amnesty International.

Penyiksaan Tahanan

Kondisi HAM di Iraq memang sangat buruk, demikian penilaian pengamat politik Udo Steinbach. ”Harus ada orientasi baru dalam bidang politik, agar situasi HAM bisa lebih baik,” kata Steinbach kepada Deutshe Welle.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Carsten Jürgensen, meski ada hukum melarang penyiksaan, aturan ini tidak bisa dibuktikan di pengadilan.

”Secara teoritis memang ada aturan hukum yang melarang penyiksaan. Menurut aturan itu, pengakuan yang didapat melalui penyiksaan tidak bisa dijadikan bukti di pengadilan.”

Bahkan pada prakteknya, aturan itu tidak diperhatikan. Banyak terdakwa di pengadilan menarik kembali keterangan awal mereka. Tapi bantahan mereka tidak dipedulikan.

Banyak hakim yang menganggap, pengakuan pertama terdakwa lebih dapat dipercaya ketimbang bantahan yang disampaikan kemudian.

”Padahal pada awal pemeriksaan, banyak tahanan yang disiksa untuk memaksa mereka membuat pengakuan. Ini tidak hanya dilaporkan oleh para tahanan dan pengacara. Hal ini juga secara tidak langsung ditemukan dalam berkas-berkas pengadilan,” kata Jürgensen.

Pelaksanaan Hukuman Mati

Menurut Amnesty International, selain mengalami siksaan, para tahaanan juga mendapat ancaman bahwa keluarga mereka akan ditangkap atau saudara perempuan mereka akan diperkosa. Banyak terdakwa yang membuat pengakuan di bawah penyiksaan lalu dijatuhi hukuman mati.

Tahun 2012, Iraq melaksanakan 129 hukuman mati. Dengan demikian, Iraq menjadi salah satu negara yang paling sering mengeksekusi hukuman mati. Tidak hanya aparat keamanan Iraq yang melakukan pelanggaran HAM. Laporan Amnesty International juga melaporkan pelanggaran HAM yang dilakukan tentara Amerika Serikat dan Inggris. Pasukan tempur Amerika Serikat memang sudah ditarik akhir 2011, tapi banyak kasus pelanggaran HAM yang belum diusut.

Pengamat Iraq Jürgen Carstensen dan Udo Steinbach menilai, kondisi Iraq memang membaik dibanding tahun 2003. Warga Iraq sekarang menikmati lebih banyak kebebasan politik. Tapi penegakkan hukum belum berfungsi. Hak-hak fundamental warga masih belum diperhatikan.

Jadi, tuntutan Amnesty International agar penyiksaan dihentikan sangat penting. Para tahanan juga tidak boleh ditahan selama berminggu-minggu tanpa kontak dengan keluarga atau pengacara.

Menurut Udo Steinbach, infrastruktur keamanan dan sistem negara hukum di Iraq masih harus dibangun. Masyarakat internasional harus membantu Iraq dalam hal ini.

”Laporan Amnesty Internasional dikeluarkan pada waktu yang tepat. Warga Iraq sekarang berdemonstasi memprotes kondisi buruk itu. Laporan ini adalah dukungan bagi mereka,” kata Steinbach.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Napak Tilas 50 Tahun Syeikh Ibrahim Musa
Tulisan selanjutnya Politisi Islam, Belajarlah pada Kesederhanaan Natsir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?