Hidayatullah.com—Para pejabat di Kementerin Pertahanan Rusia dan perwakilan dari NATO akan segera membicarakan kemungkinan Moskow membuka pangkalan baru di Afghanistan untuk perbaikan alat-alat dan perlengkapan perang.
“Kami akan melihat berbagai opsi dari pembukaan pangkalan perbaikan di wilayah Afghanistan,” kata pimpinan departemen kerjasama luar negeri di Kementerian Pertahanan Rusia Sergey Koshelev kepada para wartawan dikutip Russia Today Kamis (28/3/2013). Dia menambahkan, perawatan dan perbaikan alat-alat perang di Afghanistan merupakan prioritas teratas, di mana ketidakstabilan di kawasan itu akan mempengaruhi kondisi keamanan negara Rusia dan juga negara Eropa lainnya.
Utusan Rusia untuk NATO Aleksandr Grushko juga mengatakan bahwa Moskow tidak mengecualikan kemungkinan kerjasama militer yang lebih luas dengan organisasi blok Atlantik Utara itu.
Menurut Grushko, Rusia bisa menawarkan jalur transportasi yang lebih luas bagi pasukan NATO untuk menuju wilayah Afghanistan, sehingga pasukan di lapangan bisa terus mendapatkan suplai logistik dengan lancar setelah pasukan koalisi asing meninggalkan Afghanistan pada tahun 2014.
Anggota legislatif Sergey Zhigarev mengomentari masalah itu kepada stasiun radio RSN mengatakan, Moskow melihat stabilitas di Afghanistan sebagai prioritas utama dan kerjasama keamanan antara NATO dengan Moskow itu sangat positif.
Penarikan tuntas pasukan asing di Afghanistan dijadwalkan selesai tahun 2015. Mantan menteri pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta dalam pernyataan belum lama ini mengatakan bahwa pihak berwenang Afghanistan sudah memegang kendali atas keamanan di tigaperempat wilayah negara itu.
Panetta menambahkan, penarikan pasukan asing dari Afghanistan tidak berarti Amerika Serikat meninggalkan negara itu sepenuhnya, dan Washington menawarkan program latihan militer kepada pemerintah Kabul.
Selama beberapa tahun terakhir, Pentagon membeli persenjataan dari Rusia untuk dipergunakan dalam operasi militer di Afghanistan, termasuk helikopter yang dipakai oleh militer Afghanistan, meskipun mendapat kritikan dari para politisi AS. Rusia juga membuka pangkalan logistik NATO di wilayahnya, untuk mempermudah jalur pengiriman logistik tentara AS dari Eropa Timur.
Sebelumnya para pejabat Moskow membantah akan kembali menempatkan militernya di wilayah Afghanistan.*