Hidayatullah.com—Perdana menteri Palestina di Tepi Barat yang baru diangkat, Rami Hamdallah, mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Mahmud Abbas, kata sebuah sumber di pemerintah lansir Aljazeera Kamis (20/6/2013).
Hamdallah “mengajukan pengunduran tertulisnya kepada presiden menyusul ketidaksepahamannya dengan dua deputinya,” kata seorang pejabat Palestina yang tidak ingin disebutkan namanya kepada AFP.
Belum diketahui apakah Presiden Mahmud Abbas akan menerima pengunduran diri pria berusia 54 tahun yang ditunjuk menjadi perdana menteri Palestina pada 2 Juni lalu, menyusul pengunduran diri Salam Fayyad.
Abbas meminta mantan rektor Universitas An-Najah tersebut untuk membentuk pemerintahan baru.
Pada 6 Juni lalu, kabinet pemerintah Palestina di Tepi Barat yang beranggotakan 24 menteri dilantik.
Meskipun menerima jabatan perdana menteri, Hamdallah pernah berjanji akan mundur dalam waktu singkat jika komposisi pemerintahan Abbas tidak banyak berubah.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Palestina saat ini berupaya melakukan kompromi politik, terutama di antara faksi Fatah partai asal Abbas dengan Hamas yang menguasai pemerintahan Palestina di Jalur Gaza.*