Hidayatullah.com–Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh lembaga hak asasi manusia menyatakan, pemerintahan negeri yang kebanyakan anggota terasnya adalah fundamentalis Hindu, menutup mata terhadap perkara itu.
Lembaga HAM itu juga turut menyatakan, ketika para perusuh Hindu dua tahun lalu menyerang 2000 penduduk Islam dibunuh secara kejam, beribu-ribu wanita Islam dikabarkan diperlakukan tidak senonoh secara beramai- ramai dengan tujuan merusakkan keturunan Islam.
?Wanita ditindas di Gujarat. Pemerintah langsung tidak bertindak,? kata Farah Naqvi, salah seorang penulis laporan itu
Laporan yang diumumkan di New Delhi itu mendesak mahkamah India memastikan mereka yang bertanggungjawab terhadap semua kesalahan seksual dikenakan tindakan.
Ia mendesak pemerintah India untuk mengambil tindakan perundangan terhadap pegawai dan individu yang terlibat dalam melakukan tindakan teror seksual terhadap wanita Islam.
?Teror secara kontinyu dalam bentuk yang berbeda mengakibatkan kesan buruk jangka panjang terhadap semua masyarakat Islam terutama wanita.
?Teror bukan saja berlaku ketika kerusuhan fundamentalis Hindu yang mengakibatkan 2000 terbunuh hampir dua tahun lalu, tetapi ia terus berlaku sehingga sekarang,? kata laporan itu yang diluncurkan oleh International Initiative for Justice in Gujarat (IIJG).
IIJG dianggotai pakar perundangan terkemuka setempat dan internasional serta aktivis hak asasi manusia, penulis dan kalangan akademik melawat Ahmedabad, Baroda, Dahod dan Panchmahal di Gujarat pada awal bulan ini.
Mereka turut mnemui ratusan lelaki dan wanita dari tujuh daerah di Gujarat.
Sebuah LSM yang menjalankan kajian di Gujarat menyatakan, wanita adalah mangsa terburuk teror kaum fundamentalis Hindu India dan mencatatkan laporan bahwa banyak anak dalam kandungan wanita Islam, terlahir ketika wanita itu diperkosa secara beramai-ramai.
Sebelum ini, laporan juga menyatakan, banyak wanita Islam diperkosa hingga mati di depan suami dan keluarganya oleh puluhan orang dalam kerusuhan pada Februari dan Maret 2002.
Bagaimanapun, hanya sejumlah kecil kasus didaftarkan oleh pihak polisi namun kebanyakan kasus tersebut dibiarkan terlantar tanpa informasi kejelasan.
Pada pertengahan tahun 2002, lembaga hak asasi manusia termasuk Amnesty International serta sebuah kajian yang berlokasi di Inggris dan Jerman menyatakan pemerintah negeri Gujarat yang dipimpin Narendra Modi mewakili Partai Nasionalis Hindu (BJP) ikut terlibat membakar fundamentalis Hindu menyerang penduduk Islam.
BJP adalah partai politik bagi kelompok fundamentalis Hindu.
Majlis Hindu Se-dunia (VHP) yang melakukan kampanye untuk Hindu dan berikrar akan merampas ratusan masjid untuk dijadikan kuil. (bh)