Hidayatullah.com—Lembaga pemerintah Rusia yang bertugas menjaga keamanan dan para pejabat tinggi negara termasuk presiden, FSO, kembali memfungsikan mesin ketik guna menjaga kerahasiaan orang-orang penting di negara itu.
Koran Rusia Izestia (11/7/2013) melaporkan, FSO memesan 20 mesin ketik senilai US$15.000 untuk mencegah kebocoran dari peralatan komputer.
Tindakan itu diambil menyusul pembocoran informasi rahasia Amerika Serikat oleh seorang mantan teknisi keamanan jaringan komputer yang bekerja untuk lembaga-lembaga intelijen AS, Edward Snowden, belum lama ini. Disamping pembocoran kabel diplomatik AS oleh WikiLeaks dan skandal seputar kabar bohong mengenai pemecatan kepala jaringan perkeretaapiran Vladimir Yakunin.
Edward Snowden, yang mengaku menyimpan cetak biru jaringan intelijen elektronik Amerika Serikat, belum lama ini membocorkan kepada sejumlah media internasional tentang program PRISM. Program intelijen itu memungkinkan aparat AS menyadap semua jalur komunikasi telepon dan internet.
Snowden menyebutkan bahwa jalur komunikasi para pejabat tinggi peserta KTT G-20 tahun 2009 di London disadap oleh Inggris, yang kemudian mengirimkan informasi sadapannya itu ke Amerika Serikat. Komunikasi Dmitry Medvedev, presiden Rusia ketika itu, termasuk yang dicuri-dengar.
Mesin ketik masih dipergunakan di sejumlah kementerian dan lembaga keamanan Rusia, kata para pakar dikutip Izvestia.
Mesin ketik yang difungsikan didesain untuk membuat dokumen cetak rahasia, di mana setiap mesin menggunakan jenis huruf khusus. Sehingga dokumen yang dihasilkan bisa dilacak hingga ke setiap mesin ketik pembuatnya.
Para pakar memperingatkan penggunaan dokumen berbasis kertas dan tinta memiliki kelemahan tersendiri, di mana masalah penyimpanan dan kerentanan fisik dokumen menjadi masalah penting.*