Hidayatullah.com—Hakekat khawarij adalah kelompok yang keluar atau memberontak terhadap pemimpin yang sah, dan yang dilakukan oleh militer pimpinan Jenderal Abdul Fattah Al-Sisi terhadap presiden terguling Mohammad Mursy dalam kudeta militer, demikian disampaikan Ketua Persatuan Ulama Muslim se-Dunia, Syeikh Dr Yusuf al-Qaradhawi.
“Kriminaslitas sesungguhnya adalah kudeta itu sendiri, bagaimana bisa demonstrasi damai dikatakan teror? Siapapun dapat melihat para demonstran mengangkat kedua tangan mereka, tidak membawa apapun selain ucapan takbir dan keinginan yang mereka sampaikan dengan lidah mereka,” ujar Syeikh Qaradhawi dalam acara Syar’iyyah Wal Hayah (Syariah dan Kehidupan), sebuah acara yang disiarkan oleh TV Aljazeera hari Senin (25/08/2013) yang mengangkat tema “Khawarij; Antara Agama, Sejarah, dan Politik.”
“Abdul Fattah Al-Sisi, yang menyerang mereka (kelompok pro Mursy, red), menyebabkan 6 ribu korban jiwa, 10 ribu dipenjara, dan 20 ribu luka-luka, itulah kriminalitas dan teror yang sebenarnya,” tegas ulama yang sempat dijebloskan ke dalam penjara pada masa pemerintahan Rezim Husni Mubarak ini.
Dalam acara yang berdurasi satu jam tersebut, Syeikh Yusuf Qaradhawi menerangkan bahwa hakim atau pemimpin yang sah menurut Islam adalah dia yang dibaiat oleh mayoritas umat Islam. Baik itu dalam bentuk ucapan, maupun kotak suara (hasil Pemilu, red).
“Muhammad Mursy terpilih secara demokratis, dasar pemerintahan yang diterima oleh rakyat Mesir melalui Revolusi 25 Januari, dia mendapat 62 persen suara, maka Mursy lah pemimpin yang sah,” terang Al-Qardhawi.
Sedangkan Muham Imarah, seorang pakar dan pemikir Islam, saat diwawancarai via Aljazeera via telepon mengatakan hakekat khawarij adalah mereka yang memberontak dengan senjata.
“Khawarij adalah mereka yang memberontak terhadap pemimpin yang sah, Dr. Muhammad Mursy yang terpilih secara demokratis dengan senjata,” katanya mengecam kudeta militer.
Saat ditanya tentang kelanjutan tindakan yang akan dilakukan oleh rakyat pendukung syar’iyyah (konstitusional), Al-Qaradhawi menjawab, “Seperti yang disampaikan oleh Mursyid Al Ikhwan al Muslimun, Dr. Muhammad Badi’, bahwa demonstrasi kita adalah damai, dan akan senanatiasa damai, dan sikap damai kita ini lebih kuat dari tembakan peluru,” tutupnya.*/Rizky (Mesir)