Hidayatullah.com—Masker-masker gas dibagikan pemerintah Zionis Israel kepada warganya, seiring dengan munculnya kekhawatiran akan serangan gas beracun di Suriah yang melebar ke daerah perbatasan, lansir Euronews Selasa (27/8/2013).
Tindakan itu diambil setelah terjadi serangan besar di pinggiran kota Damaskus yang diduga kuat menggunakan senjata kimia.
Kebanyakan warga Israel menilai pembagian masker itu adalah tindakan yang bijaksana.
Victor Bracha, yang mengambil masker untuk anggota keluarganya di kota Al-Quds (Yerusalem) mengatakan, “Kami tinggal di kawasan yang gila, di daerah kami semua orang gila. Cuma butuh satu orang gila untuk memencet sebuah tombol dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi di sini, semuanya bisa terbakar dalam hitungan detik.”
Meskipun demikian, tidak semua orang senang dibagikan masker. Seorang wanita berkata, “Menurut saya hal ini keliru, karena ini menunjukkan kepanikan pada dunia dan menurut saya itu tidak perlu.”
Sementara itu di wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Zionis Israel ketegangan semakin naik.
Tank-tank tentara Zionis menembak ke arah Suriah dengan “target langsung.” Mereka bilang itu merupakan serangan balasan atas tembakan mortir dari wilayah Suriah yang diarahkan ke Dataran Tinggi Golan.
Sebelumnya Zionis mengancam akan menembak siapa saja yang melancarkan serangan ke arahnya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pihak Suriah dan Israel agar sama-sama menahan diri dan tidak menembakkan senjata mereka keluar garis perbatasan.*