Hidayatullah.com—Pihak berwenang Mesir telah menutup kantor pusat koran Al-Hurriyah Wal’Adalah milik organisasi Al-Ikhwan al-Muslimun di Kairo.
Itu merupakan tindakan teranyar yang dilakukan untuk menghancurkan gerakan Islam tersebut, kata Al-Ikhwan Rabu (25/9/2013).
Sebelumnya pada hari Senin, pengadilan menyatakan Al-Ikhwan sebagai organisasi terlarang dan menghentikan seluruh aktivitasnya, berikut organisasi-organisasi di bawahnya.
“Kami para jurnalis koran Al-Hurriyah Wal’Adalah mengecam pasukan keamanan atas penutupan kantor pusat koran ini,” kata Al-Ikhwan dalam pernyataan di laman Facebook-nya.
Polisi menyerbu kantor koran itu lewat tengah malam dan mengangkut isinya. Sebuah sumber di Departemen Keamanan Kairo mengatakan, hal itu merupakan tindaklanjut dari keputusan pengadilan hari Senin kemarin terkait status Al-Ikhwan.
Jurubicara Al-Ikhwan di London, Abdullah El Haddad, kepada Aljazeera mengatakan bahwa tindakan militer itu tidak saja melecehkan partainya, tetapi juga demokrasi.
El Haddad mengatakan, organisasinya akan selalu turun ke jalan guna melawan junta militer.
“Al-Ikhwan al-Muslimun telah memiliki akar mendalam di masyarakat Mesir selama lebih dari 80 tahun,” ujarnya.
Sementara itu Zoher Sobky, seorang pensiunan militer dan analis politik mengatakan, situasi Mesir saat ini sudah berubah sejak revolusi 2011. “Mayoritas rakyat Mesir, bahkan yang dulu mendukung Al-Ikhwan al-Muslimun, telah berubah pemikirannya,” kata Sobky kepada Aljazeera.*