Hidayatullah.com–Hari Ahad (06/10/2013) kemarin, untuk sekian kalinya rakyat menyuarakan penentangan terhadap kudeta militer. Bertepatan dengan salah satu hari besar Mesir yang diperingati pada setiap tanggal 06 Oktober, di kota Kairo dan propinsi-propinsi lainnya gerakan demo kembali terjadi.
Masa yang berusaha masuk ke bundaran Tahrir dihadang oleh aparat keamanan dengan tembakan peluru dan gas ke arah demonstran yang mengangkat lambang empat jari sebagai pengingat akan tragedi berdarah Rabi’ah dan Nahdhoh.
Serangan tersebut dikabarkan menyebabkan puluhan korban tewas dan ratusan lainnya ditangkap.
Pimpinan dari Aliansi Penolong Konstituisi, Majdi Salim mengatakan, rakyat akan terus turun jalan.
“Rakyat sendiri lah yang memutuskan untuk turun ke jalan, bila anda hendak melihat revolusi Mesir yang sesungguhnya anda bisa melihatnya di lapangan-lapangan kota Kairo dan propinsi-propinsi lainnya saat ini,” ujarnya dikutip Aljazeera.
Majdi juga menambahkan, bahwa yang harus bertanggungjawab atas tragedi semua ini harusnya militer.
“Para pemimpin Kudeta dan pemerintahan Mesir saat ini harus bertanggung jawab terhadap setiap tetes darah yang mengalir, juga nyawa-nyawa rakyat Mesir yang melayang pada saat ini,” lansir Aljazeera (07/10/2013).
Wisuda di Tengah Krisis Mesir
Sementara itu, di tengah krisis politik, para mahasiswa asal Indonesia di Negeri Seribu Menara itu menamatkan pendidikan.
Sebagai tanda berakhirnya studi mereka, Senin (07/10/2013) waktu setempat, digelar wisuda di Gedung Konferensi Internasional Al Azhar, Kairo.
Ulfiah Nur Faiqoh, mahasiswi asal Jawa Tengah, lulus dengan nilai Istimewa.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Dr Fahmi Lukman, yang memimpin acara wisuda itu menjelaskan, dalam wisuda tersebut tercatat 352 mahasiswa—mencakup 260 mahasiswa Indonesia, dan selebihnya dari beberapa negara di antaranya Malaysia, Thailand, Singapura, Nigeria dan Rusia.
“Wisuda ini dikhususkan untuk mahasiswa Indonesia, namun mahasiswa dari beberapa negara sahabat juga ingin bergabung,” kata Fahmi Lukman dikutip Solopos.
Menurut Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir Amrizal Batubara, wisuda itu terselenggara atas kerja sama PPMI dan KBRI Kairo, serta didukung penuh oleh Univeritas Azhar.
“Syeikh Agung Al Azhar, Prof Dr Ahmed Al Tayib dan Rektor Universitas Al Azhar Prof Dr Usamah Al Abd, dalam pertemuan dengan kami, menyambut baik dan menyatakan dukungannya atas wisuda mahasiswa Indonesia ini,” kata Afrizal.
Hadir dalam wisuda tersebut Wakil Syikh Agung Al Azhar, Prof Dr Abbas Syuman, Penasihat Syeikh Agung Al Azhar Urusan Diplomatik, Prof Dr Abdel Rahman Mousa, Wakil Rektor Al Azhar Prof Dr Ibrahim Hudhud dan sejumlah dekan, di samping Dubes RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi.*/Rizqi Utama