Hidayatullah.com—Presiden Mesir yang digulingkan, Muhammad Mursy, hari Senin (4/11/20103) muncul di pengadilan untuk pertama kalinya sejak dikudeta oleh militer, dengan berpakaian jas dan menyatakan di ruang sidang bahwa dirinya masih sebagai presiden Mesir.
Tidak seperti persidangan pendahulunya Husni Mubarak, proses pengadilan atas Mursy dilakukan tertutup. Para wartawan boleh hadir dalam ruang sidang, tetapi tidak boleh menyiarkannya secara langsung, tidak boleh menggunakan telepon seluler dan alat komunikasi lainnya. Sidang dilakukan di Akademi Kepolisian di Kairo dalam sebuah ruangan yang diubah fungsi.
Mursy terlihat tiba di tempat persidangan dengan diantar sebuah mobil van warna putih. Tidak seperti tahanan lainnya yang menjadi terdakwa, Mursy menolak memakai seragam tahanan warna putih dan memilih mengenakan setelan jas.
Begitu dimasukkan dalam ruangan tahanan di ruang pengadilan, dengan menghadap kamera Mursy mengacungkan salam 4 jari yang dipopulerkan pendukungnya. Di belakang Mursy tampak 14 orang tahanan berseragam putih, yang akan disidang bersamanya.
“Saya melihat pengadilan ini sebagai tabir penutup dari kudeta pengkhianatan,” kata Mursy. “Kalian tidak berhak mengadili saya sebab saya adalah presiden kalian,” kata Mursy kepada majelis hakim sebagaimana dilaporkan TV Mesir, lansir Al-Arabiya.
Mursy menjadi terdakwa karena dianggap sebagai penyulut bentrokan berdarah yang terjadi di depan istana kepresidenan pada Desember 2012 antara anti-Mursy dengan pendukungnya. Jika terbukti bersalah dia terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati.
Dilansir Aljazeera, proses persidangan sempat dihentikan sementara karena majelis meminta agar Mursy mematuhi peraturan pakaian seragam tahanan untuk terdakwa dan karena para pendukung Mursy terus meneriakkan seruan anti-militer. Majelis hakim akhirnya memutuskan menghentikan sidang dan akan melanjutkannya pada tanggal 8 Januari 2014.
Televisi Mesir melaporkan, usai persidangan Mursy yang dilaporkan sempat bercakap-cakap dengan tokoh Al-Ikhwan, seperti Muhammad al-Baltaji, diangkut melalui udara kembali ke penjara Burj al-Arab di Alexandria. Konon penjara tersebut lebih ketat ketimbang penjara Tora, tempat Husni Mubarak ditahan.
Untuk mengantisipasi kerusuhan terkait proses persidangan tersebut, kementerian dalam negeri 20.000 personel keamanan. Di Alexandria terjadi bentrokan antara pendukung Mursy dengan warga setempat, sehingga 2 orang dilaporkan terluka.*