Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Mengaku Lanjutkan Terlibat dalam Serangan Udara di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 September 2016 15:59 3:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2016 15:59
Bagikan
Menteri Pertahanan Australia Marise Payne
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Pertahanan Australia Marise Payne membenarkan keterlibatan Australia dalam serangan udara akan berlanjut sementara dilakukan evaluasi terhadap serangan yang salah sasaran pada akhir pekan lalu.

Australia akan tetap melakukan serangan udara di Suriah meskipun telah menjadi bagian dari operasi yang salah sasaran dan menewaskan hampir 100 orang tentara Suriah yang tengah memerangi kelompok ISIS, Menteri Pertahanan Marise Payne mengkonfirmasi hal ini.

Tentara Suriah tengah memerangi kelompok ISIS di sebelah Timur Suriah ketika mereka diserang oleh pasukan Koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Dalam sebuah serangan yang salah perhitungan yang seharusnya ditargetkan untuk militan.

Senator Payne menolak menjawab langsung tentang apakah Angkatan Bersenjata Australia secara aktif membom tentara Suriah.

Menteri Pertahanan menolak serangkaian pertanyaan dari wartawan yang berusaha untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatan Australia dalam serangan mematikan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Misi serangan udara Australia di Suriah melibatkan pesawat Hornet, pesawat tanker pengisi bahan bakar dari udara ke udara dan pesawat Wedgetail Commando dan Control berteknologi tinggi.

Senator Payne tidak bersedia menyebutkan pesawat mana yang terlibat, berapa proporsi pesawat Australia yang terlibat atau apakah Australia memainkan peran utama.

Saya tidak akan merinci informasi itu satu demi satu karena menurut saya itu termasuk subyek penyelidikan,’ tegasnya.

Dia membenarkan kalau keterlibatan Australia dalam serangan udara di Suriah akan terus berlanjut sementara penyelidikan dan kajian akan dilakukan.

“Kami akan terus melanjutkan cara yang terukur dan layak dengan koalisi internasional, untuk melakukan apa yang diperlukan, tapi tidak ada penundaan semacam itu terhadap aktivitas Australia,” katanya dikutip AustraliaPlus,  Senin (19/09/2016).

Kajian internal yang dilakukan koalisi akan dilakukan dan senator Payne mengatakan pemerintah Australia akan memberikan pernyataan ‘seperlunya’.

Sebelumnya, PM Austria menyampaian rasa penyesalan atas pengeboman di Aleppo Suriah.

Berbicara dari New York, dimana dia tengah menghadiri pertemuan internasional, Malcolm Turnbull juga sangat irit berbicara mengenai detail kejadian ini.

“[Misalnya] siapa yang seharusnya memberikan saran kepada siapa, tapi saya tidak akan berspekulasi,” kata PM Turnbull.

Skeptisme para Corssbecher

Sementara itu, Partai Buruh menyambut baik penyelidikan yang akan dilakukan dan telah meminta briefing pertahanan, tetapi kurangnya informasi telah memicu skeptisisme di antara beberapa crossbenchers.

Juru bicara pertahanan dari Partai Hijau, Scott Ludlam menginginkan dilakukannya investigasi independen.

“Ini adalah insiden yang sangat buruk sehingga mengancam gencatan senjata yang rapuh yang baru saja dilakukan, dan jika kita membutuhkan pengingat yang lebih mendesak mengenai pentingnya de-eskalasi dan demiliterisasi konflik di Suriah, maka inilah saat yang tepat untuk melakukannya,” katanya.

Senator Australia Selatan, Nick Xenophon mengatakan kajian apapun perlu dilakukan dengan cakupan yang luas.

“Jadi kita akan belajar dari insiden ini dengan cara yang berarti, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan di masa lalu Jika kita memang mengulangi kesalahan – bahkan dalam tingkat yang jauh lebih rendah – lebih dekat ke negara kita, misalnya di Laut China Selatan, konsekuensi bagi ke Australia bisa cukup mendalam. ”

100 Orang Wafat di Suriah dalam Serangan Udara Jelang Gencatan Senjata AS-Rusia

Sementara itu wakil Independen dari Tasmania, Andrew Wilkie juga mendukung penyelidikan yang dilakukan Australia, dengan mengatakan insiden itu mernjadi alasan lain mengapa Australia tidak seharusnya terlibat di Suriah.

Seorang penasihat senior Presiden Bashar al-Assad mengatakan rezim Suriah percaya serangan yang menewaskan tentara Suriah itu “disengaja”.

“Tak satu pun dari fakta di lapangan menunjukkan bahwa apa yang terjadi adalah kekeliruan atau kebetulan,” kata Buthaina Shaaban.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiabashar al assadserangan udara di Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islamofobia barat Ikut Pertemuan PBB di New York, Erdogan Desak AS Ekstradisi Fethullah Gulen
Tulisan selanjutnya Lagi, Wanita Australia Diusir dari Pantai Prancis karena Pakai Burkini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?