Hidayatullah.com–Seminar internasional tentang Rasulullah –صلى الله عليه وسلم- dan hak-haknya di kota suci Madinah al Munawwarah ditutup Rabu kemarin (27/11/2013) oleh rektor Universitas Islam Madinah (UIM), Prof. Dr. Abdurrahman as-Sanad.
Dalam sambutannya, rektor Abdurrahman as Sanad menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan seminar internasional di kampus yang dipimpinnya itu.
”Terima kasih kami ucapkan kepada Khadim al Haramain asy Syarifain, Raja Abdullah bin Abdul Aziz dan pemerintah Saudi atas perhatian khusus terhadap seminar internasional tentang Rasulullah –صلى الله عليه وسلم- dan hak-haknya ini. Sebagaimana kami ucapkan terima kasih kepada para peneliti, pembicara, tamu undangan dan seluruh civitas Universitas Islam Madinah yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara ini,” ucap Rektor as Sanad.
“Kami berharap apa yang telah dicapai oleh seminar ini bisa menjadi perhatian kita semua, poin-poin rekomendasi dari seminar ini adalah amanah untuk kita laksanakan sebagai bentuk cinta dan pembelaan kita pada Rasulullah –صلى الله عليه وسلم- dan hak-haknya yang menjadi kewajiban umatnya,” lanjut as Sanad.
Acara yang berlangsung dua hari semenjak Selasa-Rabu (26-27/11) di kampus UIM ini mendapat perhatian khusus dari kerajaan Arab Saudi yang memiliki perhatian serius terhadap pengenalan siroh nabawiyah kepada dunia.
Sebagaimana diketahui, saat ini Arab Saudi terus mengkampanyekan pengenalan pribadi Rasulullah Muhammad –صلى الله عليه وسلم- kepada masyarakat dunia dan pembelaan atas hak-hak beliau yang banyak dilanggar oleh orang-orang yang membenci Islam.
Seminar dua hari ini menghadirkan 39 pembicara yang dibagi dalam 5 sesi pembahasan.
Hadir dalam seminar internasional ini beberapa tamu penting seperti Mufti Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, ketua umum urusan dua masjid suci Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais dan Gubernur Madinah Faisal bin Abdul Aziz Alu Sa’ud.*/Muhammad Dinul Haq, kontributor hidayatullah.com di Madinah