Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Hentikan Islam Safari Geert Wilders di Brussels

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 November 2017 11:31 11:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 November 2017 11:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kegiatan yang diberi nama “Islam Safari” oleh politisi Belanda Geert Wilders dan sekutu-sekutu politiknya di Belgia telah diberhentikan oleh polisi, ketika akan memasuki sebuah pemukiman pendudukdi Brussels.

Wilders bersama Filip Dewinter, politisi sayap kanan Vlaams Belang, berencana mengunjungi Molenbeek-Saint-Jean, guna mengamati “islamifikasi” Eropa di mana “masjid telah menggantikan balai kota dan imam menggantikan wali kota,” kata Dewinter.

Molenbeek-Saint-Jean atau sering disebut Molenbeek saja, merupakan tempat tinggal dari para pelaku serangan kantor tabloid Charlie Hebdo di Paris tahun 2015. Kota itu disorot tajam oleh publik karena keterkaitannya dengan orang-orang asing yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

Francoise Schepmans, wali kota Molenbeek sejak 2012, menuding Wilders dan Dewinter sengaja menggunakan “bahasa provokatif,” dan mengatakan pihaknya tidak dapat menjamin keselamatan mereka jika berkeliling di Molenbeek dan menyebarkan islamophobia di distrik yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.

“Safari” Wilders dan kawan-kawan itu resmi dilarang oleh Schepmans hari Kamis (2/11/2017), lapor Euronews. Wali kota perempuan itu mengatakan penyelenggara safari akan dikawal polisi kembali ke perbatasan Molenbeek jika mereka mendesak masuk ke wilayah itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara Wilders gentar dan membatalkan safari pada hari Jumat (3/11/2017) dengan alasan keamanan, Dewinter berusaha menyeberangi kanal yang menghubungkan Brussels dan Molenbeek. Namun, Dewinter kemudian diberhentikan oleh petugas kepolisan.

Dalam konferensi pers yang digelar hari Jumat kemarin di Parlemen Belgia, yang diberi judul “Terbebas dari Islam,” Wilders dan Dewinter menyebut keputusan Schepman itu sebagai sebuah “fatwa” dan menunjukkan Molenbeek telah kehilangan wilayah kekuasaannya, lepas dari kontrol pemerintah Belgia.

“Cukup sudah, anggota-anggota perlemen harus dapat bepergian bebas di negeri mereka sendiri. Namun para wali kota mengatakan kepada kami bahwa ini dilarang, dan mereka mengatakan Molenbeek bukan lagi milik Belgia,” oceh Wilders.

Warga penduduk setempat menunjukkan ketidaksukaan mereka terhadap safari “yang menyulut api” itu.

“Ini merupakan kegiatan rasis. Dengan kata safari mereka membandingkan Molenbeek dengan kebun binatang, seolah orang-orang yang tinggal di sana adalah hewan, barang tidak berharga,” kata Erik, 37, seorang guru sekolah menegah di Anderlecht yang dibesarkan di Brussels.

“Molenbeek memiliki masalah sebagai salah satu daerah di Brussels yang paling miskin, tetapi bukan karena daerah itu merupakan pemukiman ‘Muslim’ atau ‘jihadis’,” kata Wilfred, 33, seorang pria Flemish yang belum lama ini pindah ke pemukiman di sekitar kanal Molenbeek.

Perwakilan-perwakilan dari partai sayap kanan bersikukuh mengatakan larangan masuk ke Molenbeek justru mengkonfirmasi kecurigaan mereka.

“[Wali kota] tidak ingin menunjukkan kepada kami keadaan Molenbeek sesungguhnya. Daerah itu sepenuhnya sudah terislamisasi: yang Anda lihat hanya tudung kepala, tidak ada minuman beralkohol yang disajikan, tidak ada perempuan berkeliaran. Di sana kelihatan seperti Pakistan, dan dia tidak ingin dunia melihatnya,” kata seorang jubir Vlaams Belang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Permisi, Ada Tempat Duduk untuk Ibu Hamil?”
Tulisan selanjutnya Survei: Brexit Tidak baik untuk Bisnis, kata Pengusaha Swedia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia

Berita
11 Juni 2026 11:24
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Terbaru

  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?