Hidayatullah.com—Presiden Partai Kongres India Sonia Gandhi menyeru agar segera dilakukan pemilihan pemimpin partai baru, menyusul surat dari kelompok disiden yang menuntut dilakukannya reformasi besar di tubuh partai oposisi tersebut.
Para pemimpin partai bertemu di ibu kota Delhi untuk memutuskan apakah Gandhi masih dapat melanjutkan kepemimpinannya, lapor BBC Senin (24/8/2020).
Kongres pernah menjadi partai penguasa di India selama puluhan tahun, tetapi belakangan kerap kalah dalam pemilihan umum. Hal ini memicu kritikan tajam atas jajaran kepemimpinannya, yang sejak lama dikuasai keluarga besar Gandhi.
Pada tahun 2014, Partai Kongres terdepak dari kursi kekuasaan setelah kalah dari partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BNP) yang dimotori PM Narendra Modi, ketika mereka hanya mengamankan 44 dari 543 kursi yang ada di parlemen India. Itu merupakan awal dari merosotnya kinerja politik Partai Kongres India.
Malangnya pemilu tahun 2019 juga tidak dapat mengembalikan peruntungan baik partai politik warisan keluarga besar Gandhi tersebut. Bahkan banyak pengamat mengatakan kekalahan dalam pemilu tahun lalu menegaskan Kongres India bukan lagi partai politik yang populer.
Partai Kongres saat ini hanya menguasai kursi parlemen di enam negara bagian India, yang empat di antaranya partai bisa menguasai pemerintahan lokal karena berkoalisi dengan partai-partai lain.
Kemunduran popularitas Partai Kongres menurut sejumlah analis merupakan cerminan dari perebutan kursi kepemimpinan antara kelompok tua dan muda.
Berbagai laporan menyebutkan Sonia Gandhi sudah tidak lagi tertarik menduduki kursi kepemimpinan partai, yang didudukinya secara interim setelah putranya, Rahul, mundur menyusul kekalahan dalam pemilu 2019.
Kala itu, Rahul mengatakan akan mencari sosok pemimpin partai di luar dari keluarga besar Gandhi. Namun, karena belum dicapai kesepakatan, para pemuka partai meminta Sonia Gandhi untuk mengambil alih kepemimpinan.*