Hidayatullah.com—Seorang atlet amatir Libya berjalan kaki menapaki jarak sepanjang 201 km membawa “pesan perdamaian” dari Misrata ke Tripoli.
Walid Abu Sala meninggalkan Misrata hari Selasa (24/12/2013) pagi untuk “membuktikan jalan yang menghubungkan ke dua kota itu aman, bertentangan dengan kabar yang beredar.”
Pria berusia 37 tahun itu sengaja memilih tanggal 24 Desember yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Libya, untuk menegaskan pesan persatuan. Tujuan akhir perjalanannya, lapangan historis Maydan Asy-Syuhada, juga menyiratkan pesan bahwa Misrata dan Tripoli sama-sama berkorban dalam revolusi.
“Perjalanan saya tidak disponsori oleh lembaga pemerintah apapun,” kata teknisi telekomunikasi di kepolisian itu.
Ayah lima anak tersebut menegaskan, dia hanya ingin menunjukkan kepada publik bahwa semua orang dapat bepergian ke mana saja dengan bebas tanpa ada hambatan, meskipun banyak kabar beredar yang mengatakan bahwa kondisinya tidak aman.
Sebagaimana diketahui, sejak penggulingan dan pembunuhan atas pemimpin Libya Muamar Qadhafi, negara di Afrika Utara itu terus menyaksikan kekerasan bersenjata di mana-mana.
Selama di perjalanan Abu Sala bertemu dengan banyak orang yang memberikan dukungan kepadanya. Sejauh ini, dia hanya berhenti untuk melakukan shalat, makan dan mengganti sepatunya.
“Ini merupakan petualangan publik saya yang pertama,” kata Abu Sala kepada Libya Herald.
Abu Sala berharap perjalanannya tidak akan melebihi 4 hari. “Saya bicara dengan seorang atlet profesional yang mengatakan bahwa perjalanannya akan memakan waktu 6 hari. Tetapi saya kira saya akan bisa menyelesaikannya dalam 2 atau 3 hari ke depan.”
Dia berharap di masa datang dalam perjalanannya ke berbagai kota, banyak orang akan mengikuti jejaknya. “Untuk menunjukkan rasa kasih sayang mereka kepada sesama dan kepada negara serta tentu saja kepada perdamaian yang akan mempersatukan Libya,” ujarnya.*