Hidayatullah.com–Syeikh Dr. Ali Jum’ah anggota Hai’ah Kibar Ulama yang juga mantan mufti Mesir menyampaikan bahwa Seokarno mencegah Gamal Abdul Naser yang berencana menutup Al Azhar. Hal itu beliau sampaikan saat mengisi acara talkshow “Wallahu’alam” di kanal CBC 2, Rabu (19/03/2014).
Syeikh Ali Jum’ah menjelaskan bahwa hubungan antara Seokarno dan Gamal Abdul Nasser sangat erat, keduanya merupakan karib. Hingga suatu saat Gamal Abdul Naser mengutarakan keingininannya untuk menghapus Al Azhar.
“Ahmad Soekarno menanggapai, apakah engkau bakal menghapus Nil? Apakah engkau bakal menghapus piramid? Kita tidak mengenal kalian sama sekali kecuali dengan Al Azhar!,” ujar Syeikh Ali Jum’ah menyampaikan.
Menurut penjelasan ulama Syafi’iyah ini, Seokarno malah memberi nasihat Gamal Abdul Nasser agar mendukung dan menguatkan Al Azhar. Peristiwa itu menurut Syeikh Ali Jum’ah terjadi pada tahun 1959.
Setelah itu, terbit undang-undang yang pasal utamanya berisi bahwa Al Azhar adalah rujukan keislaman seluruh dunia, bukan hanya sebatas Mesir saja.
Kemudian Gamal Abdul Naser mendirikan Majelis Al A’la li As Syu’un Al Islamiyah (Mejelis Tertinggi Urusan Keislaman), Idza’ah Al Qur’an yakni radio saiaran Al Qur`an Kairo.*