Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Presiden Ukraina Mengaku Salah Undang Tentara Rusia ke Krimea

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 April 2014 07:02 7:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 April 2014 07:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Ukraina yang digulingkan dan melarikan diri ke Rusia, Viktor Yanukovych, mengaku bahwa dirinya “salah” telah mengundang tentara Rusia ke Krimea dan berjanji akan membujuk Moskow agar mengembalikan wilayah semenanjung dekat Laut Hitam itu kepada Ukraina.

Hal tersebut diakui Yanokovych hari Rabu (2/4/2014) dalam wawancara pertamanya dengan media sejak dipaksa meninggalkan jabatannya, menyusul unjuk rasa rakyat selama 3 bulan memprotes korupsi dan keputusannya untuk lebih mendekat ke Rusia ketimbang ke Uni Eropa.

Dengan sikap defensif dan mata agak berkaca-kaca, Yanukovych mengatakan kepada Associated Press dan stasiun televisi Rusia NTV bahwa dirinya masih berharap dapat membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin supaya mengembalikan wilayah yang didudukinya itu ke Ukraina.

“Saya salah,” kata Yanukovych. “Saya bertindak mengikuti emosi.”

“Krimea itu tragedi, sebuah tragedi besar,” kata pria berusia 63 tahun itu, seraya menegaskan bahwa pengambilalihan Krimea itu tidak akan terjadi apabila dirinya masih tetap berkuasa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rusia menganeksasi Krimea bulan Maret lalu setelah referendum yang legalitasnya dipermasalahkan Ukraina dan negara-negara Barat.

Yanukovych mengaku sudah dua kali melakukan pembicaraan telepon dan sekali berbicara langsung dengan Putin sejak tiba di Rusia. Dia mengaku pembicaraan di antara mereka “sulit” dan berharap masih ada kesempatan untuk membicarakan pengembalian Krimea ke Ukraina.

“Kita harus mencari jalan … sehingga Krimea mendapatkan tingkat independensi semaksimal mungkin tetapi tetap menjadi bagian dari Ukraina,” kata Yanukovych.

Mantan pemimpin Ukraina itu mengatakan, hasil referendum Krimea -di mana rakyat sebagian besar memilih bergabung dengan Rusia- merupakan respon rakyat yang mereasa terancam oleh kelompok-kelompok nasionalis radikal di Ukraina.

Dalam satu dekade terakhir, sudah dua kali Yanukovych kehilangan jabatannya sebagai presiden. Pada tahun 2004, Yanukovych yang terpilih sebagai presiden lewat pemilu dilengserkan oleh Revolusi Oranye yang menuntut agar hasil pemilu dibatalkan karena dinilai terjadi pemalsuan suara.

Menyinggung tudingan korupsi, dalam wawancara itu Yanukovych mengatakan bahwa dia membangun rumahnya yang dinilai bak istana di pinggiran ibukota Kiev dengan uangnya sendiri.

Yanokovych juga menolak bertanggung jawab atas kematian sekitar 80 demonstran oleh penembak jitu saat terjadi unjuk rasa bulan Februari lalu di Kiev.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imam As Syafi’i Menolak Mendebat Guru
Tulisan selanjutnya Saudi Ubah Sejumlah Cabang PT Menjadi 3 Universitas Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?