Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Minta Dibebaskan dari Penculik, Sekretaris Kedutaan Tunisia Menangis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 April 2014 08:07 8:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 April 2014 08:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rekaman video berisi permintaan seorang diplomat Tunisia yang diculik di Libya agar pemerintah melanjutkan negosiasi pembebasan dirinya, diunggah hari Senin (21/4/2014) oleh kelompok penculiknya ke internet.

Video yang menunjukkan sekretaris Kedutaan Tunisia Mohamed Ben Cheikh, yang diculik di Tripoli satu bulan lalu, diunggah oleh sebuah kelompok militan yang menamakan dirinya Shabab Al-Tauhid.

Ben Cheikh meminta presiden Tunisia agar melakukan negosiasi dengan penculik untuk membebaskan dirinya.

“Mereka memberi saya makan dan pakaian. Tetapi mereka capek dan kesal menunggu. Tolong, bernegosiasilah serius dengan mereka,” pinta Ben Cheikh.

“Saya punya seorang istri dan tiga orang anak, dan kedua orangtua saya dalam keadaan tidak sehat,” katanya mengiba.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelihatan sangat tertekan, Ben Cheikh mengecam presidennya karena tidak melakukan negosiasi untuk membebaskan dirinya.

“Apakah ini balasan atas pengabdian saya kepada negara?” kata Ben Cheikh, seraya menegaskan bahwa dirinya sudah bekerja selama 12 tahun untuk misi diplomatik Tunisia.

“Pak Presiden, jika Anda sudah tak mau lagi bernegosiasi atau gagal melakukan negosiasi, tolong katakan kepada saya, sehingga mereka bisa membunuh saya,” kata Ben Cheikh putus asa.

“Mereka bisa membunuh saya kapan saja,” imbuhnya, dalam video bertanggal 19 April 2014 itu.

Air mata Ben Cheikh tumpah dua kali dalam rekaman video berdurasi empat menit itu. Dia mengaku sangat rindu dan ingin segera kembali bersama keluarganya di Tunisia.

Di akhir rekaman terpampang tulisan dari Shabab Al-Tauhid yang berbunyi, “Kepada pemerintah Tunisia, karena kalian menawan orang kami, maka kami juga akan menangkap orangmu dan sebagaimana kalian membunuh kami, maka kami akan membunuhmu.”

Kelompok itu menuntut pembebasan dua orang warga Libya yang dipenjara di Tunisia karena terkait kasus terorisme. Kedua orang itu dibui sejak Mei 2011 dan harus menjalani hukuman selama 20 tahun.

Ketua komite pembela warga Libya yang ditahan di luar negeri, Taha Shakshuki, hari Ahad (20/4/2014) mengatakan bahwa kedua orang itu merupakan korban dari kesalahan proses hukum, lansir Libya Herald.

Dua warga Libya yang dipenjara di Tunisia itu ditangkap aparat setempat terkait insiden di kota Rouhia pada Mei 2011 yang menewaskan empat anggota pasukan keamanan Tunisia. Keduanya disebut sebagai anggota AQIM (Al-Qaeda in the Islamic Maghreb).

Kantor mufti besar Libya telah mengeluarkan penyataan kecaman atas aksi penculikan para diplomat dan staf asing dengan mengatasnamakan Islam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Libya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mufti Besar Libya Kecam Penculikan Diplomat yang Pakai Nama Islam
Tulisan selanjutnya Tuduhan Senkom sebagai ‘Topeng Islam Jamaah’ Dinilai Dapat Merusak NKRI?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?