Hidayatullah.com–Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir dengan meningkatnya jumlah penderita gangguan virus pernafasan parah atau MERS.
Pekan lalu saja, ada 50 kasus baru yang muncul di Arab Saudi. Peningkatan jumlah kasus juga terjadi di Uni Emirat Arab.
Sembilan puluh tiga orang telah meninggal dunia sejak virus itu pertama kali muncul dua tahun lalu.
WHO mengatakan, sebagaimana diberitakan BBC, Kamis (24/4/2014), sebagian besar kasus terjadi di fasilitas-fasilitas kesehatan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Menurut WHO, banyak pasien yang justru tertular ketika sedang dilakukan pengobatan pasien yang sakit.
Para ilmuwan masih belum tahu asal virus tersebut dan bagaimana virus menyebar, meski dicurigai sumbernya dari unta.
WHO kini menawarkan bantuan pakar internasional untuk dikirim ke Arab Saudi dan UAE guna menyelidiki apa yang terjadi.
Mereka ingin memastikan apakah virus itu bisa bermutasi atau bisa berubah menjadi lebih berbahaya lagi.
Awal pekan ini, Menteri Kesehatan Arab Saudi dipecat tanpa penjelasan.
Negara Teluk itu dituduh tidak cukup terbuka tentang wabah MERS. Sedangkan menteri sementara yang baru ditunjuk menjanjikan transparansi.*