Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Persenjatai Rezim Mesir, Diduga untuk Serang Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 April 2014 06:05 6:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 April 2014 04:10
Bagikan
Sampul majalah The Week saat melaporkan kudeta yang dilakukan oleh militer Mesir terhadap pemerintahan Presiden Muhammad Mursi, dengan dukungan Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com| Sahabat Al-Aqsha–Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah pimpinan Barack Obama mengatakan pada hari Selasa (22/04/2014) bahwa pihaknya telah memastikan Mesir memegang “perjanjian damai dengan Israel”. Perjanjian berjangka waktu 35 tahun tersebut menjadikan Rezim  Mesir dianggap layak mendapat bantuan militer dan bantuan untuk “melawan terorisme”.

“Hari ini, Sekretaris Negara AS (Menteri Luar Negeri), John Kerry, berbicara dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy untuk menginformasikan bahwa Mesir dapat terus mempertahankan hubungan strategis dengan AS. AS akan membantu Mesir dalam melawan ancaman antarnegara, seperti terorisme selama Mesir terus menjalankan kewajibannya yang tertera dalam perjanjian perdamaian Mesir-’Israel’,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki dalam edaran surat elektronik dikutip AP.

Keputusan ini juga memuluskan jalan bagi 10 helikopter Apache bagi Rezim Mesir yang disediakan AS untuk mendukung Mesir dalam pelaksanaan pemilu dan persoalan keamanan lainnya. Selain helikopter, AS juga akan memberi bantuan senilai 1,3 miliar dolar AS per tahunnya untuk militer Mesir, terutama untuk proses pengamanan di Semenanjung Sinai dan perlawanan terhadap terorisme.

Seorang anggota Senat AS, Senator Patrick Leahy, menuliskan surat keberatan terhadap keputusan ini. Menurutnya, hukum AS menyatakan, apabila terjadi kudeta militer, maka bantuan AS haruslah dihentikan. Akan tetapi, kini AS mengirimkan bantuan kepada rezim Mesir yang melakukan kudeta militer kepada presiden terpilih Mohammad Mursy. Tidak ada tanggapan resmi dari Gedung Putih atas keberatan Senator Leahy.

Para pengamat memperkirakan, langkah yang dilakukan AS, Rezim Kudeta Mesir, dan penjajah zionis ‘Israel’ ini sebagai persiapan untuk menyerang Jalur Gaza dalam waktu dekat. Akan tetapi, sebagaimana kalimat Allah dalam Al-Quran surat ‘Ali Imran [3] ayat 54:

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Mereka membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.”*

Sampul majalah The Week saat melaporkan kudeta yang dilakukan oleh militer Mesir terhadap pemerintahan Presiden Muhammad Mursi, dengan dukungan Amerika Serikat. foto: The Week

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Reuters OPCW akan Selidiki Serangan Gas Chlorine oleh Rezim Assad
Tulisan selanjutnya Kapankah Seorang disebut Muhaddits?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Terbaru

  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?