Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Brunei Terapkan Syari’at Islam, Aktor Inggris dan LGBT Meradang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Mei 2014 23:04 11:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Mei 2014 23:04
Bagikan
brunei darussalam
Sultan Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah yang segera akan terapkan hukum Islam
Bagikan

Hidayatullah.com—Keputusan Sultan Brunei Darassallam mennerapan Syari’at Islam,  membuat aktor Inggris dan kalangan LGBT meradang. Adalah Stephen Fry yang memboikot Dorchester Collection, sebuah jaringan hotel yang dimiliki Sultan Brunei.

Tidak hanya itu, di akun Twitter-nya dia juga mengajak para follower-nya yang berjumlah sekitar 6,7 juta orang untuk mengecam dan memboikotnya.

Dia membatalkan booking kamar di Coworth Park Hotel, salah satu hotel milik jaringan itu, yang terletak di pinggiran kota London.

Sejatinya pemboikotan atasnya telah dimulai pekan lalu oleh pihak lain.

Sebuah komunitas lesbian, gay, dan transgender (LGBT) bahkan telah membatalkan konferensi yang rencananya akan diadakan di Collection’s Beverly Hills Hotel, yang juga milik Sultan Brunei.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih dari pemboikotan, kecaman keras juga dilancarkan pegiat HAM internasional yang menilai Brunei telah memulai langkah mundur dalam penegakan HAM.

Human Right Watch menyifati gerakan di Brunei ini sebagai hal yang memuakkan.

Desakan dari PBB pun bergulir. April lalu badan internasional ini mendesak Brunei menunda penerapannya agar bisa dipelajari ulang apakah memenuhi standar HAM internasional.

Rupert Colville, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM dalam jumpa pers pada bulan itu menyatakan kecaman.

“Menurut hukum internasional, merajam orang sampai mati merupakan perlakuan kejam, tidak manusiawi, dengan demikian jelas dilarang.

Hukuman pidana Islam di Brunei ini adalah tindakan diskriminasi terhadap perempuan,serta bisa mendorong terjadinya kekerasan lebih lanjut,” ujarnyaditulis BBC yang dirilis tepat di hari pertama penerapan Syari’at Islam tahap pertama.

Namun ibarat anjing menggonggong,  langkah itu tidak menyiutkan nyali dan menyurutkan Brunei. Tahap pertama dari tiga tahapan – yang menurut laporan BBC “rinciannya belum jelas” – secara resmi telah diluncurkan Sultan Brunei pada Rabu (30/04/2014) dan berlaku efektif mulai keesokan harinya.

Malah, Sultan Hassanal Bolkiah menilai keberhasilan penerapan Syari’at Islam di negara yang dipimpinnya itu sebagai prestasi besar bagi Brunei.

“Keputusan untuk menerapkan bukan untuk senang-senang, namun untuk menaati perintah Allah Subhanahu Wata’ala sebagaimana yang telah termaktub dalam Al-Quran,” tegasnya dalam pidato peluncuran tahap pertama.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hukum IslamSyariat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anwar Ibrahim Beri Kuliah Umum di Universitas Al-Azhar Indonesia
Tulisan selanjutnya Indonesia perlu Pemimpin Zuhud

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?