Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan Remaja Mesir Abdullah Assem Minta Suaka di Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Mei 2014 11:00 11:00 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Mei 2014 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang remaja Mesir yang pergi ke Amerika Serikat untuk mengikuti sebuah gelaran sains bergengsi memutuskan meminta suaka ke negeri Paman Sam, dengan alasan takut dituduh ikut unjuk rasa anti-pemerintah di Kairo jika dirinya kembali pulang ke negara asalnya.

Abdullah Assem, remaja penemu kacamata untuk orang lumpuh supaya bisa mengoperasikan komputer dan berkomunikasi dengan orang lain, terbang ke Los Angeles pada 12 Mei 2014 untuk mempresentasikan karyanya di International Science and Engineering Fair, kata pengacaranya di Amerika Farida Chehata dilansir Reuters (21/5/2014).

Tiga hari kemudian, remaja berbakat usia 17 tahun itu mengontak petugas di kantor organisasi Muslim Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Los Angeles, di mana Assem menjelaskan kekhawatirannya jika kembali ke Mesir, kata Chehata yang juga pengacara CAIR.

Dengan dukungan kedua orangtuanya di Mesir, Assem memutuskan tinggal di Amerika Serikat dan mencari suaka, kata Chehata yang akan mewakili remaja itu dalam aplikasinya. Assem saat ini belum memasukkan aplikasinya ke pihak imigrasi AS.

“Sangat disayangkan dan sangat menyedihkan melihat anak-anak dengan potensi besar untuk melakukan hal-hal hebat dilumpuhkan oleh pemerintah di sana dengan alasan apapun dan tanpa proses hukum,” kata wanita pengacara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Chehata, Assem ditangkap di Kairo pada 25April lalu dengan tuduhan ikut serta dalam aksi unjuk rasa dan membakar dua mobil polisi, saat sedang menuju Kairo dari rumahnya di Assiut mencari peralatan elektronik untuk keperluan proyek sekolahnya.

Chehata mengatakan tuduhan itu palsu dan Assem tidak ikut unjuk rasa tersebut. Dia khawatir Assem tidak akan mendapatkan sidang yang adil dan akan dipenjarakan untuk kejahatan yang tidak dilakukannya.

Chehata menjelaskan, pihak berwenang Mesir awalnya tidak mengizinkan Assem terbang ke Amerika Serikat untuk mengikuti pameran sains, yang berhadiah total lebih dari US$5 juta untuk peserta dari lebih 70 negara itu, tetapi akhirnya memperbolehkannya setelah sebuah media di Mesir memberitakan kasusnya.

Assem saat ini tinggal di rumah keluarga seorang temannya di Los Angeles.

Perwakilan dari penyelenggara acara pameran sains yang disponsori Intel Corp itu tidak bisa dikontak untuk dimintai komentar.

Sedangkan kantor kejaksaan di Mesir dan Kementerian Pendidikan tidak bisa dimintai komentar di luar jam kerja, serta jurubicara Kementerian Luar Negeri Mesir menolak untuk membuat pernyataan.

Seorang jurubicara dari kantor US Citizenship and Immigration Services juga menolak untuk memberikan komentar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasil Resmi Al-Sisi Peroleh 95% Suara Pemilih Luar Negeri
Tulisan selanjutnya Saudi sediakan Media Sosial untuk Jamaah Haji dan Umrah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?