Hidayatullah.com—Penduduk sebuah desa kecil di Spanyol memutuskan lewat pemungutan suara untuk mengganti nama desanya “Castrillo Matajudios” yang berarti Castrillo Membunuh Yahudi.
Keputusan untuk mengganti nama desa yang sudah dipakai beratus-ratus tahun sejak 1623 itu diambil lewat pemungutan suara hari Ahad (25/5/2014) di mana 29 suara mendukung dan 19 suara menentang, kata walikota Lorenzo Rodriguez.
Warga mengganti nama desa mereka dengan nama yang lebih lawas, “Castrillo Mota de Judios” atau Castrillo Bukit Orang Yahudi, kata Rodriguez dilansir AFP.
“Ketika perubahan itu disetujui menurut saya itu akan menjadi titik balik,” kata kepala daerah itu yang mengancam akan mengundurkan diri jika penduduk menolak mengganti nama desanya.
“Kalau kamu bepergian ke tempat lain, kamu harus selalu menjelaskan, karena orang bilang ‘Kamu membunuh Yahudi di Castrillo’,” kata Rodriguez tentang tidak enaknya pengaruh dari nama desa tersebut.
“Itu tidak masuk akal, karena kami keturunan dari komunitas Yahudi. Ada sebuah Bintang Daud di lambang kebesaran kami,” ujarnya.
Menurut Rodriguez, kota kecil yang terletak dekat kota besar Burgos itu didirikan tahun 1035 sebagai tempat untuk mengeksekusi warga Yahudi, yang letaknya di sebuah bukit atau Mota di daerah itu.
Sebuah komunitas Yahudi tinggal di daerah tersebut sampai tahun 1492, ketika sebagian besar dari mereka diusir pada masa Inkuisisi Spanyol, yang dikenal sebagai masa diberlakukannya hukum agama Kristen secara brutal untuk mempertahankan orthodoksi Katolik di wilayah Spanyol.
Seorang arkeolog bernama Angel Palomio mengatakan, nama desa itu diduga diubah oleh orang-orang yang pindah menganut ajaran Katolik Roma untuk membuktikan keimanan mereka terhadap ajaran Kristen.*