Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Meski Diancam Jenderal Pembangkang, PM Maetig Dapat Dukungan Parlemen Libya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Mei 2014 07:19 7:19 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Mei 2014 07:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana menteri Libya yang baru Ahmad Maetig mendapatkan dukungan dari wakil rakyat di parlemen, meskipun ada ancaman dari jenderal pembangkang Khalifa Haftar yang mengatakan parlemen saat ini tidak punya legitimasi.

Mosi kepercayaan diberikan parlemen lewat dukungan 83 suara dari 94 politisi yang menghadiri rapat Kongres Umum Nasional — sebutan untuk parlemen Libya saat ini– hari Ahad (25/5/2014), kata anggota parlemen Muhammad Laamari kepada AFP.

Sebuah istana di timur ibukota Tripoli yang menjadi tempat rapat Kongres mendapatkan penjagaan ketat. Rapat harus menunggu selama berjam-jam agar kuorum terpenuhi.

Reporter Aljazeera di Tripoli melaporkan, saat rapat digelar tampak kendaraan-kendaraan militer mengawal ibukota dengan ketat. Suasananya tegang dan sangat berbahaya. Orang-orang antri menarik uangnnya dari bank-bank.

Maetig diangkat sebagai perdana menteri dalam situasi pemilihan yang kacau di parlemen pada awal Mei ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kabinet Maetig akan menggantikan kabinet pimpinan perdana menteri sementara Abdullah Al-Thani yang mundur bulan lalu di tengah-tengah tidak adaanya penegakan hukum di Libya, di mana banyak terjadi bentrokan bersenjata, peledakan dan penculikan. Al-Thani menggantikan Ali Zeidan yang mundur dan mengasingkan diri ke Eropa.

Empat posisi dalam kabinet saat ini masih kosong, termasuk menteri luar negeri dan menteri kesehatan.

Maetig merupakan perdana menteri Libya paling muda dan yang kelima sejak pemimpin Libya Muammar Qadhafi digulingkan dari kekuasaan dan dibunuh oleh kelompok pemberontak dukungan NATO.

Kelompok bersenjata yang setia kepada mantan petinggi militer berpangkat jenderal Khalifa Haftar hari Ahad pekan lalu (18/5/2014) menyerang gedung parlemen.

Haftar yang memimpin kelompok militer dan militan yang memerangi kelompok Islam, mengatakan parlemen –yang didalamnya saat ini banyak politisi berlatar belakang Islam– sudah kehilangan legitimasinya.

Sejak Qadhafi dibunuh, pemerintahan di negara kaya minyak di Afrika Utara itu tidak pernah berlangsung lama. Negara mengalami kekacauan sebab tidak ada hukum yang ditegakkan. Kelompok-kelompok saling berebut pengaruh dan milisi-milisi saling melancarkan serangan demi mendapatkan kekuasaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nama Desa di Spanyol Bunuh Yahudi Diganti
Tulisan selanjutnya Akan Tanding Persahabatan, Pemuda Muslim Diculik dan Dimutilasi Milisi Kristen Afrika Tengah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Berita
20 Oktober 2026 21:55
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?