Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Katolik New Orleans dan Missouri Diminta Jauhi Vaksin Covid-19 Buatan Johnson & Johnson

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Maret 2021 12:41 12:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Maret 2021 11:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Keuskupan Agung New Orleans, serta pemimpin-pemimpin Katolik Roma di St Louis, Missouri, meminta warga Katolik setempat agar menjauhi suntikan vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson, karena dalam awal pengembangan vaksin mereka menggunakan sel yang diambil dari dua janin yang diaborsi.

Tokoh-tokoh Katolik di New Orleans mengatakan dua vaksin lain yang dipakai di Amerika Serikat, yang dibuat oleh Pfizer/BioNTech dan Moderna, masih bisa diterima meskipun dikembangkan dengan tes laboratorium yang menggunakan sel yang diturunkan dari sel janin yang diaborsi.  Keuskupan membuat pengumuman itu hari Jumat, lansir The Guardian Selasa (2/3/2021).

Pernyataan keuskupan tersebut jelas berseberangan dengan Paus Fransiskus. Pada Desember 2020, Vatikan mengatakan “secara moral bisa dimaklumi untuk menerima vaksin Covid-19 yang menggunakan sel yang diambil dari janin aborsi dalam riset dan proses produksinya” sebab penggunaan vaksin yang dibuat dengan cara demikian itu tidak berarti menerima kerja sama dengan aborsi yang dari sana sel janin untuk produksi vaksin diturunkan.

Sementara itu hari Selasa, Keuskupan Agung St Louis mendesak umat Katolik mencari vaksin Pfizer atau Moderna dan sebisa mungkin menghindari vaksin buatan Johnson & Johnson karena “secara moral bermasalah”.

Akan tetapi dalam pernyataannya, Keuskupan St Louis menggarisbawahi bila tidak ada alternatif lain yang tersedia, maka umat Katolik dimaklumi jika harus disuntik dengan vaksin tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sel janin hasil aborsi yang dilakukan di Belanda pada tahun 1970-an dan turunannya umum dipakai dalam berbagai riset medis. Bulan Oktober 2020, marak dikabarkan bahwa obat eksperimental Covid-19 yang dipakai untuk merawat Donald Trump, Regeneron, dikembangkan dengan menggunakan sel semacam itu. Padahal Trump dikenal sebagai salah satu tokoh yang paling keras menentang aborsi, seperti kebanyakan anggota dan partisan Partai Republik.

Jaringan sel yang diambil dari janin aborsi ikut berperan penting dalam kemajuan bidang pengobatan, terutama dalam pengembangan vaksin. Sel janin aborsi dipakai dalam pengembangan vaksin polio, cacar air, hepatitis A dan herpes zoster. Janssen, anak perusahaan Johnson & Johnson yang membuat vaksin, menggunakan sel  PER.C6, sel yang diturunkan (ditumbuhkembangkan) dari sel janin yang diaborsi pada tahun 1985.

New Orleans bukan satu-satunya keuskupan di Amerika Serikat yang menyuarakan hal seperti  itu. Pada bulan Januari, Joseph Strickland, uskup Tyler, Texas, yang juga pembawa acara “The Bishop Strickland Hour on VMP Radio”, lewat Twitter berkata, “Faktanya yang ada adalah vaksin APAPUN yang tersedia sekarang ini melibatkan penggunaan anak-anak yang dibunuh sebelum mereka dilahirkan. Saya ulangi lagi janji saya … Saya tidak akan memperpanjang umur saya dengan MENGGUNAKAN anak-anak yang dibunuh. Ini adalah suatu kejahatan besar SADARLAH!”

Semasa pemerintahan Presiden Trump, kelompok-kelompok anti-aborsi dan tokoh-tokoh Katolik di Amerika Serikat dan Kanada mengangkat isu asal-usul jaringan sel yang dipakai dalam pengembangan vaksin selama pandemi Covid-19. Pada bulan Juni tahun lalu, US Conference of Catholic Bishops menulis surat kepada Presiden Trump yang isinya agar pemerintah AS tidak menyokong pengembangan vaksin yang dibuat dari sel janin aborsi.

“Tak seorang pun warga Amerika yang boleh dipaksa untuk memilih antara disuntik vaksin atau melanggar hati nuraninya,” kata organisasi keuskupan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatcoronaviruscovid-19Johnson & Johnsonkatolikvaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya meningkatnya islamofobia di eropa 900 Kejahatan Rasial dan Islamofobia Terjadi di Jerman Sepanjang 2020
Tulisan selanjutnya Setelah Kepres Legalisasi Miras Dicabut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?