Hidayatullah.com—Keluarga sebagian penumpang MH370 yang hilang mengumpulkan dana untuk mendapatkan informasi di balik hilangnya pesawat maspakai penerbangan Malaysia tersebut.
Pesawat MH370 hilang pada 8 Maret lalu saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pencarian yang melibatkan banyak negara hingga saat ini masih belum membuahkan hasil. Jejak ratusan penumpang beserta badan pesawat belum ditemukan sama sekali.
Sayembara “Reward MH370” digagas oleh Ethan Hunt, seorang pengusaha warga Australia di Hong Kong yang tidak memiliki keterkaitan dengan salah satu penumpang yang hilang.
Kepada BBC Hunt menjelaskan bahwa ide penggalangan dana untuk membayar orang yang bersedia mengungkapkan informasi sebenarnya tentang pesawat yang hilang itu datang darinya.
Hunt mengaku membutuhkan waktu delapan pekan untuk bisa mengontak keluarga korban. Awalnya tidak ada yang tertarik. Namun kemudian ada yang menyambut idenya.
Hunt yakin di luar sana ada orang-orang yang punya jawaban atas apa yang sebenarnya terjadi dengan pesawat tersebut. Orang itu mungkin terkait dengan dinas intelijen atau jaringan teroris.
Sarah Bacj, yang pasangannya Philip Wood menumpang pesawat hilang itu, mengatakan bahwa keluarga korban ingin kasus itu dilihat ulang dengan menggunakan “mata yang segar.”
“Pemerintah-pemerintah dan lembaga-lembaga sudah berupaya sebaik mungkin tetapi gagal untuk menemukan satu bukti saja, entah itu karena kesalahan dari caranya atau karena penyesatan yang disengaja oleh seseorang atau lebih individu,” kata Bajc, satu dari lima kerabat korban yang memimpin kampanye itu dikutip BBC (8/6/2014).
“Kami sudah banyak kali dihalang-halangi sejak awal (untuk mencari kabar sebenarnya tentang MH370-red), sekarang kami harus menanganinya sendiri, berpikir di luar kotak dan berusaha melakukan sesuatu untuk menemukan pesawat ini,” kata Danica Weeks, istri dari Paul Weeks salah satu penumpang MH370.
Dilansir ABC Australia (9/6/2014), keluarga korban dalam pernyataannya mengatakan berencana menggalang dan hingga $5 juta.
Berbagai peralatan canggih sudah dikerahkan oleh beberapa negara untuk mencari pesawat Boeing 777 itu. Tanda-tanda konon sudah didapat, tapi hingga kini tidak ada titik cerah yang mengarahkan tim pencari bisa menemukan lokasi keberadaannya.*