Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak ada Lagi Sekolah Islam di Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2014 11:08 11:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2014 11:08
Bagikan
"Semua lembaga pendidikan agama Islam ditutup," bunyi sebuah laporan pada bulan Juli lalu
Bagikan

Hidayatullah.com–Setelah amuk massa 2012, sekolah-sekolah Islam dilarang di Sittwe, dan hanya satu sekolah yang ditunjuk pemerintah yang diijinkan dan itu tidak bisa memenuhi kebutuhan ribuan siswa dengan sedikit guru.

“Kami tidak memiliki cukup ruang dan meja,” kata Zaw Zaw, seorang guru di sekolah itu dikutip Anadolu Agency (AA).

“Sangat sulit untuk mengajar, ” tambahnya.

Menurut kelompok the Arakan Project Advocacy, para pemuda dan anak-anak Rohingya di daerah terpencil di ujung utara Rakhine “memiliki sedikit hingga sama sekali  tidak punya akses pendidikan” setelah setelah aksi kekerasan 2012 itu.

“Semua lembaga pendidikan agama Islam ditutup,” bunyi sebuah laporan pada bulan Juli lalu yang dibuat kelompok itu, “bahkan maktab-maktab, di mana anak-anak belajar prinsip-prinsip dasar Islam juga ditutup.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan banyak tantangan yang dihadapi orang tua mereka, yang dipecat dari pekerjaan atau hanya bisa terbaring di tempat tidur, membuat anak-anak Muslim Rohingya menjadi pencari nafkah keluarga.

Digambarkan oleh PBB sebagai salah satu minoritas yang paling teraniaya di dunia, Muslim Rohingya menghadapi serangkaian diskriminasi di tanah air mereka sendiri.

Hak kewarganegaraan mereka telah ditolak sejak amandemen terhadap undang-undang kewarganegaraan tahun 1982 dan mereka diperlakukan sebagai imigran ilegal di rumah mereka sendiri.

Pemerintah Burma serta mayoritas Buddha menolak untuk mengakui istilah “Rohingya”, dan menyebut mereka sebagai “orang Bengali”.

Kelompok-kelompok HAM menuduh pasukan keamanan Burma membunuh, memperkosa dan menangkap warga Rohingya setelah aksi kekerasan sektarian tahun lalu.

Ratusan ribu Muslim telah dipaksa meninggalkan rumah mereka di Burma barat sejak Juni setelah serangan dari massa Buddha di daerah mereka.

Menurut PBB, aksi kekerasan itu telah membuat hampir 29.000 orang menjadi pengungsi, lebih dari 97 persen di antara mereka adalah Muslim Rohingya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmaRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak Muslim Rohingnya hadapi Putus Sekolah
Tulisan selanjutnya Mereka-reka Kabinet Jokowi-JK: Bagi-bagi atau Koalisi dengan Rakyat?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?